10 Kesalahan Dalam Kepemimpinan dan Manajemen

Sering kali dikatakan bahwa kegagalan adalah langkah awal dari kesuksesan, dan dengan gagal kita akan bisa belajar lebih banyak. Namun, akan jauh lebih baik jika kita tidak melakukan kesalahan dari awal.

Dalam artikel ini, kita akan melihat 10 kesalahan yang umum terjadi dalam kepemimpinan, dan manajemen, dan kita akan menggaris bawahi apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya. Jika dapat belajar dari artikel ini dibandingkan dari pengalaman, Anda akan terhindar dari banyak masalah dan tidak akan membuang-buang waktu.

1. Kurangnya feedback

Sarah adalah sales yang berbakat, tapi ia memiliki kebiasaan buruk menjawab telepon dengan cara yang tidak profesional. Boss nya memperhatikan hal ini, tapi ia tidak memberitahukian hal ini pada Sarah. Boss nya menunggu saat review untuk memberitahukan pada Sarah tentang kesalahannya dalam menjawab telepon. Sayangnya, selama menunggu review dari bossnya, Sarah telah melakukan banyak kesalahan dan menghilangkan kesempatan terhadap pelanggan yang berpotensi.

Berdasarkan survey 1.400 eksekutif  oleh The Ken Blanchard Companies, kegagalan untuk memberikan feedback dan saran adalah kesalahan umum yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Saat Anda tidak menyediakan masukan yang membantu untuk bawahan Anda, Anda telah menjauhkan mereka dari kesempatan untuk meningkatkan performa mereka.

Untuk menghindari kesalahan ini, belajarlah cara untuk memberikan masukan secara reguler kepada tim Anda.

2. Tidak menyediakan waktu untuk Tim Anda

Saat Anda menjadi seorang pemimpin atau manager, akan sangat mudah untuk tenggelam dalam kesibukan Anda sehingga Anda tidak memiliki waktu untuk tim Anda.

Ya, tentu saja Anda memiliki sebuah proyek yang harus anda sampaikan kepada mereka. Tapi akan sangat penting untuk tim Anda jika Anda bisa menyediakan waktu untuk mereka saat mereka membutuhkannya. Tim Anda tidak akan tahu apa yang harus mereka lakukan tanpa arahan dan suport dari Anda.

Hindarilah kesalahan ini dengan menyediakan satu waktu khusus dari seminggu waktu kerja yang Anda miliki untuk mereka, dan dengan mempelajari cara mendengarkan yang baik. Tingkatkanlah kecerdasan emosional Anda, sehingga Anda bisa lebih sadar akan kebutuhan tim Anda. Anda juga dapat menggunakan cara me-manage dengan berada di antara mereka. Hal ini akan sangat efektif untuk bisa terus berhubungan dengan tim Anda.

Saat Anda berada dalam suatu kepemimpinan, tim Anda harus selalu menjadi prioritas utama. Dalam hati mereka, itulah pemimpin yang mereka inginkan!

3. Bersikap terlalu Lepas Kendali

Salah satu dari tim Anda telah menyelesaikan proyek yang penting. Permasalahannya sekarang adalah ia salah mengartikan spesifikasi dari proyek yang ia kerjakan, dan Anda tidak berhubungan dengan dia saat ia mengerjakannya. Sekarang, ia telah menyelesaikan proyeknya dengan hasil yang salah, dan Anda harus menghadapi klien Anda yang marah akan hal ini.

Banyak pemimpin yang ingin menghindari Micro management. Tetapi, mereka justru melakukannya dengan cara yang terlalu esktrim, dan melepaskan seluruhnya kepada bawahan mereka. Hal ini tidak  baik, dan Anda seharusnya bisa menyeimbangkannya.

4. Bersikap terlalu ramah

Banyak dari kita yang ingin terlihat ramah dan bersahabat di dalam tim kita. Pada kenyataanya, orang-orang memang lebih bahagia bekerja dengan pemimpin yang bisa akrab dengan mereka. Namun, ada beberapa saat dimana Anda harus membuat keputusan yang sulit mengenai orang dalam tim Anda, dan beberapa orang akan mengambil keuntungan dengan kedekatan mereka bersama Anda.

Ini tidak berarti bahwa Anda tidak diijinkan untuk bersosialisasi dengan bawahan anda. Tapi, Anda harus dapat menyeimbangkan antara menjadi seorang teman dan menjadi seorang pemimpin.

Tentukanlah batasan yang jelas, sehingga tim Anda tidak akan mengambil keuntungan dari kedekatan mereka dengan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *