Kesalahan Marketer Baru .. dan juga lama

Definisi “marketer” ada banyak ya.. gak tau juga si alvin minta nya apa. kl ga cocok “marketer” ya tar tak ganti

  1. Tidak membangun organic traffic dari awal (longterm)
  2. Terlalu fokus membangun organic traffic sehingga lupa melihat bahwa paid traffic sebenarnya lebih cepat menjangkau customer
  3. Outsource SEO, padahal backlink mainan bayi sama fashion dicampur campur sama agencynya
  4. Tidak mengerti funnel dan cara membawa target market ke funnel yg lebih bawah mendekati purchase
  5. Outsource SEO tanpa lupa sebenarnya membangun brand (naikin likes, partnership, being the best source content) juga sgt penting
  6. Tidak tahu cara membangun direct traffic
  7. Tidak membangun database email dari awal
  8. Yang ini baru kemarin saya dengar : “gue mau paksa tim gw naikin FB likes organic, tanpa ads. Tapi hasilnya dikit banget, cuma 200 likes”  dalam hati gw pikir daripada ngegaji tim 4 -5 juta per orang mending budget gaji buat ads, lebih cepat dan tidak buang waktu
  9. Yang ini secara teori sih enak, tapi eksekusinya susah kalau waktu kita terbatas : Tidak being in the edge of tech / ads tech / new platform. Denger2 di US ada FB messenger ads dan karena ini ads tipe baru, engagementnya gilaa, di akun saya sih blm muncul ya placementnya
  10. Budget ads lebih kecil daripada gaji karyawan yang handle itu budget.
  11. Tidak fokus di video padahal udah jelas video skr sangat efektif (tapi kalo kebanyakan ngerjain video padahal text ga digarap kan aneh juga)
  12. Tidak mendiferensiasi sumber traffic
  13. Keyword yg ditarget di adword kurang specific
  14. Sering diisep darahnya sama mastah
  15. Terlalu fokus digital marketing dan lupa sama build partnership, content distribution dan lupa ngopi seminggu sekali-dua kali sama pelaku di industri digital yg bisa kolaborasi
  16. Dikit2 jualan workshop, punya ilmu dikit jadiin ebook, jual. konten orang lain direwrite, jual, eh ini gpp lah ya asal halal dan ga ngerepotin orang
  17. ntar mikir lagi apa yah
  18. Tidak membangun non monetary value (mis. niche traffic), saya sih suka networking pakai ini ya
  19. Tidak fokus pada gap yang ada di market dan apa yang bisa anda lakukan untuk mengisi gap tersebut
  20. Tidak suka nempel2 di channel besar atau orang yang pny channel gede (tapi kalau keseringan risi ya)
  21. Nyuekin orang lain, padahal 3 taun lagi tuh orang jadi founder unicorn (Nadiem, 4 tahun lalu ngajak saya meeting saya cuekin, sekarang aku hanya sebutir debu)
  22. Suka nyusahin orang, padahal kalau ga bisa bantu orang, ya jangan nyusahin lah. siapa tahu orang yg km buat susah 3 taun lagi jd founder unicorn
  23. harapan : mau bikin unicorn. realita : bikin unicrot
  24. tidak belajar outsource konten
  25. tidak eksplor market yang lebih besar
  26. tidak berani melakukan leap of faith
  27. tidak fokus di 1 niche
  28. terlalu fokus di 1 niche – kemakan omongan mentor “focus in 1 product only”
  29. membuat startup yg purposenya (reason of being) sama dengan startup lain yg sudah ada dan sudah duluan besar
  30. (in some niche) tidak fundraise dari awal, krn merasa berduit, setelah 4 tahun, baru ngeh kompetitor pada fundraise dan KPI kompetitornya bukan profit krn funding besar
  31. punya ekspertise tapi tidak bikin buku/blog
  32. punya ekspertise tapi ga pernah dishare
  33. suka minta saham ke starap mentang2 sering dipanggil jd mentor (ga invest duit), ada yang minta bantuin dikit aja diminta saham. mentor apa pengemis
  34. terlalu baik bantuin startup, dibantuin omzet naik sampe 20x lipat dibayar pake bakso
  35. salah mikir
  36. tidak melakukan hard conversation di awal

ga tau men ini gw nulis apaan sih

Startup Webinar : How to Build Minimum Viable Product (MVP) Selasa, 28 Februari 2017 jam 21.00

 

Sebagai technology startup entrepreneur, sebelum menghabiskan resource membangun full functioning product, Anda harus melakukan beberapa validasi menggunakan Minimum Viable Product (MVP).

Di webinar ini Anda akan belajar bagaimana cara mendevelop suatu produk dengan waktu yang cepat dan mentesting produk ke market yang tepat dari Indra Dhanurendra, Co Founder & CTO Klikdaily.com

Webinar How To Build MVP akan dilakukan pada

Selasa, 28 Februari 2017 jam 21.00

Lokasi : Depan laptop Anda masing-masing

Registrasi di https://app.webinarjam.net/register/26001/a960cb900d

Dave Morin (Cofounder Path) : Lakukan “Hard Conversation” Sedini Mungkin

Do things you fear first.  Because those things you fear are often the most important things that needs to be accomplished. Don’t be afraid to have the “hard conversations” early on with investors, partners or employees who may not be working out. Human nature is to avoid conflict. Don’t let that stop you. The sooner you deal with the hard stuff, the better off you’ll be. Give a listen.

 

Entrepreneur’s Leap of Faith

leap of faith

 

Blogpost ini merupakan potongan pembicaraan Andi S Boediman (Founder IDS dan Ideosource) dengan saya

Sudah lihat Batman The Dark Knight Rises ?

Ada adegan di mana untuk meloloskan diri Ia harus melompati sumur yang cukup dalam.

Semua orang yang mencoba melompati sumur tidak ada yang berhasil.

Kecuali satu orang.

Kenapa Ia berhasil ?

Karena semua orang yang gagal itu sebelum lompat mengikatkan tubuhnya dengan tali pengaman. Jadi, orang-orang yang gagal ini tahu bahwa jika jatuh Ia tidak akan sakit karena ada tali pengamannya.

Tapi terakhir yang berhasil ini justru ketika Ia melepas semua tali pengamannya.

Ketika dia melompat, dia menggunakan semua kekuatan dalam dirinya, dengan calculated risk tidak pada jaring pengaman, tetapi mengandalkan seluruh intuisi, skill, setiap otot dan sel-sel tubuhnya.

Very good lesson untuk kita as entrepreneur.

The depth of entrepreneurship adalah ketika seorang entrepreneur melompat dengan sepenuh hatinya.

Ini tidak ada ilmunya di sekolah.

Tetapi harus dibangun dari pengalaman, kegagalan-kegagalan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Cara Pembagian Saham Startup : Mengenal Founder’s Equity Calculator

membagi-saham-startup

Kontribusi saya hanya “ide” saja tetapi saya tidak terlibat dalam eksekusi, saya punya network yang bisa bantu kamu, tetapi network saya sebenarnya bisa dengan gampang kamu akses. Seharusnya share saya berapa ?

Don’t be afraid to have the “hard conversations” early on with investors, partners or employees who may not be working out. Human nature is to avoid conflict. Don’t let that stop you. The sooner you deal with the hard stuff, the better off you’ll be. Give a listen. – Dave Morin, Path Founder

 

 

Malam tadi ada rekan saya young entrepreneur menanyakan “kontribusi partner saya tidak sebesar saya, apakah seharusnya share dia nol saja ya? alias saya 100%” ??

Ketika saya masih kuliah salah satu advice dari “random people” yang sering saya dapat adalah :

“Kalau bisnis partneran sama temen, biasanya kalau mulai ada duitnya pasti ribut”

Sebenarnya hal ini, ribut-ribut dan semacamnya tidak perlu terjadi jika di awal kita secara terang-terangan menyatakan :

Kontribusi saya berapa / apa, kontribusi kamu gimana ?

Sacrifice yang saya berikan untuk startup ini apa ? Kamu apa ?

Value yang saya miliki apa saja ? value kamu apa saja ? Value milik saya bisa dengan gampang di build tidak ?

Untuk entrepreneur baru, seringkali hal ini menjadi masalah karena belum bisa membedakan mana value yang “murah” dan mana value yang “mahal” : kadangkala “ide” di value terlalu tinggi, padahal kalau ide doang tidak ada eksekusi, passion dan perseverance-nya ya.. tidak bakal kejadian.

Atau,  “kenalan” / “network” di value terlalu tinggi padahal “cuma tau doang” dan belum punya kolaborasi kuat dengan industri yang relevan.

Sehingga, misalnya ada 4 founder bersama-sama membangun usaha, keempatnya membagi rata sahamnya menjadi masing-masing 25% padahal belum tentu keempatnya memiliki kontribusi dan value yang seimbang.

Adakah template untuk membantu entrepreneur ini menentukan “seharusnya saham saya berapa ?”

Tidak ada template yang fix, penentuan saham lebih mirip art dan negotiation ketimbang science.

Tetapi jika Anda membutuhkan panduan (yang bukan berupa template pasti), cobalah googling Founder’s equity calculator.

Perlu diketahui bahwa “ide” , “kontribusi waktu”, “kontribusi dana”, “network” memiliki bobotnya masing-masing dan bobot ini (jika memang diperlukan) dibicarakan dan dihitung dalam meeting.

“Founder’s pie calculator” membagi elemen pengambilan keputusan equity menjadi 1) Idea; 2) Business Plan Preparation; 3) Domain Expertise; 4) Commitment and Risk; 5) Responsibilities.

Jika ingin yang lebih ringkas, ada beberapa founder’s equity calculator yang ringkas, salah satunya adalah foundrs.com. Ingat bahwa ini bukan template, sangat disarankan Anda saling terbuka tentang value apa yang diberikan oleh masing-masing founder sebagai bahan negosiasi. Perlu diketahui juga bahwa kalkulator equity yang ada di internet kadangkala perlu di adjust dengan logika Anda, karena beberapa dibuat spesifik untuk startup teknologi yang core bisnisnya di internet, sehingga bobot kontribusi coding dianggap cukup besar.

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 1

Apakah Anda ingin mengembangkan blog Anda? Apakah Anda sedang mencari cara untuk menarik dan mempertahankan lebih banyak pembaca? Berikut ini adalah hasil interview kepada 17 orang finalis kontes Blog Social Media di US. Mereka memberikan tips untuk menumbuhkan pembaca dan subscriber blog Anda.

#1: Aktiflah di dalam Komunitas Lain terlebih dahulu

Berikut adalah tips dari Mitch Joel, pemilik Six Pixels of Separation dan blog Twist Image:
“Anda tidak memiliki kemungkinan untuk membentuk sebuah komunitas kecuali Anda adalah seorang anggota aktif di komunitas lain. Jika saya harus memulai lagi dari awal, apa yang akan saya lakukan? Tentunya saya akan membuat sebuah blog dan mengisinya dengan konten yang relevan dan berguna untuk komunitas, tapi saya akan menghabiskan waktu sepuluh kali lebih banyak memberikan nilai tambah (added value) kepada lima atau sepuluh komunitas yang sudah ada. Komunitas di mana orang-orang yang berpotensi menjadi anggota saya berkumpul dan saling berinteraksi.”

Ini bukanlah sebuah trik khusus – “Saya melakukan hal itu karena saya tertarik dan ingin berinteraksi dengan anggota komunitas lain. Saya juga berharap agar mereka bisa menghargai kontribusi yang saya berikan dan mau meluangkan waktu untuk melihat apa yang saya lakukan di blog saya.”

Ingat, selalu memberi lebih banyak daripada yang Anda dapatkan.

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 2

#2: Tulis tentang apa yang Anda sukai

Berikut ini adalah cara yang digunakan Michael Brandvold untuk menambah orang yang men-subscribe blognya :

“Nasehat terbaik yang bisa saya berikan adalah Anda harus menulis tentang sesuatu yang Anda sukai dan menjadi passion Anda. Jangan pernah berhenti menulis. Pembaca bisa mengetahui saat seseorang menulis tentang apa yang mereka suka, dibandingkan dengan orang yang menulis tentang sebuah topik sebagai sebuah tugas. Tidak ada trik khusus, Anda hanya perlu bekerja keras untuk sesuatu yang Anda sukai.”

Sejak membangan situs pertama saya pada tahun 1955, saya belajar bahwa user akan terus kembali untuk membaca konten yang asli dan dibuat dengan passion.

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 3

#3: Tulislah konten yang Luar Biasa Bagus

Mark Schaefer, pemilik The Tao of Twitter dan “Grow” blog marketing yang populer, merekomendasikan hal ini:

“Blogging bukan kegiatan utama saya. Saya memiliki sebuah bisnis yang sedang berkembang pesat, saya juga mengajar dan memiliki kegiatan dengan keluarga dan sosial. Jadi saat saya memiliki waktu dengan blog, hanya satu yang saya pikirkan: Konten yang Luar Biasa Bagus.”

Saya terbiasa melihat sesuatu dari perspektif unik yang bisa memicu pembicaraan yang menarik. Hanya itu yang bisa saya lakukan!

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 4

#4: Jawab pertanyaan yang diberikan Audiens Anda

Mark Robertson, pendiri ReelSEO, merekomendasikan:
“Cara terbaik yang kami gunakan untuk menarik pembaca ke ReelSEO adalah suatu hal yang klise, kami membuat konten yang menarik, informative, dan unik. Untuk ReelSEO, kami menyadari bahwa konten yang paling banyak dibaca adalah konten yang bersumber dari dua hal :

Pertama, kami merespon permintaan pembaca kami, di dalam dan di luar situs. Saat seorang pembaca meminta nasehat, kami akan mengasumsikan bahwa yang lain juga akan tertarik pada topik tersebut. Sebagai hasilnya, kami biasanya menulis artikel yang secara spesifik menjawab permintaan dari pembaca kami.

Kedua, kami biasanya menulis tentang sesuatu yang menarik untuk kami, tapi tidak ada info yang cukup di internet tentang hal tersebut.

Sebagai contohnya, saya mencari ke segala tempat untuk sebuag daftar aplikasi yang bisa merekam percakapan video dari Skype untuk melakukan interview online dengan video. Saya tidak bisa menemukannya di internet. Maka saya memberikan topik ini pada penulis, dan tidak hanya mendapat yang saya inginkan, tapi artikel itu juga sangat disukai oleh pembaca kami.

Sebagai tambahan, karena hal itu merupakan sesuatu yang sulit dicari jawabannya di internet, kami malah mendapat pembaca baru yang juga mencari tentang topik tersebut.
Jika Anda benar-benar bersemangat mengerjakan blog, Anda bisa dengan sukses menambah audiens dengan cara terus-menerus menjawab semua pertanyaan yang belum terjawab.”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 5

#5: Tawarkan Nilai yang nyata

Danny Brown, pemenang penghargaan blogger marketing dan social media, sekaligus pendiri ‘For Bloggers by Bloggers’ dan ’12for12k’, merekomendasikan hal berikut:

“Tawarkan nilai yang nyata pada pembaca Anda. Daripada hanya menawarkan hal simple yang sudah biasa, contohnya Top 10 Tool Management Twitter, Anda bisa membahas perbandingan antara semuanya dan alasan untuk menggunakannya.”

Apa kelebihan dari hal ini? Bagaimana cara Anda menggunakan HootSuite untuk mengatur campaign? Bagaimana cara untuk membaca perkembangannya menggunakan Google Analytics? Dan bagaimana Anda menggunakan informasi ini untuk memperbaiki campaign selanjutnya?

Jangan hanya menawarkan sebuah daftar ‘Top 10’ – bahaslah lebih dalam mekanisme di balik pemilihan Anda, sehingga pembaca Anda memiliki sebuah alasan untuk memilih Anda dibanding blogger lain yang biasa-biasa saja.

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 6

#6: Pastikan diri Anda tersedia untuk Pembaca Anda

Mike McGrail, pemilik of sebuah blog populer bernama The Social Penguin, merekomendasikan hal berikut:

“Untuk saya, kunci untuk mendapat pembaca yang loyal adalah dengan membuat konten yang cocok dengan kebutuhan mereka. Saya tahu bahwa banyak pemilik bisnis kecil yang membaca the Social Penguin, jadi saya memastikan bahwa sebagian besar post yang kami miliki bisa membantu dan cocok dengan mereka.”

Memiliki opini pribadi juga sangat penting, dan jangan lupa tunjukkan keinginan untuk merespon komentar dan pertanyaan. Orang-orang menyisihkan waktu untuk membaca konten Anda, jadi pastikan Anda memberikan waktu Anda kembali pada mereka.

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 7

#7: Berikan sesuatu yang baru

Deb Ng, conference director untuk the BlogWorld dan New Media Expo serta pemilik dari Kommein, merekomendasikan hal ini:

“Cara terbaik untuk meningkatkan jumlah subscriber blog Anda adalah dengan menulis konten yang berguna, kreatif, dan orisinal. Blog sudah menjamur belakangan ini, dan kebanyakan blogger menulis hal yang sama. Tidak ada orang yang memiliki cukup waktu untuk membaca selusin blog yang berisi hal yang sama.
Jika Anda ingin memiliki lebih banyak subscriber, tuliskan sesuatu yang baru, berguna, dan luar biasa.”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 8
#8: Buatlah pembaca Anda merasa Senang

Gini Dietrich, penulis utama blog populer bernama Spin Sucks, merekomendasikan:
“Orang pada umumnya ingin merasa bahwa mereka merupakan bagian dari sesuatu dan apa yang mereka katakan cukup dihargai. Saat mereka memberikan komentar pada blog Anda, mereka ingin mengetahui bahwa Anda sudah membaca dan memikirkan apa yang mereka tulis, bahkan walaupun Anda tidak setuju.

Tapi sesuatu yang ajaib akan terjadi saat mereka mulai berkomentar satu sama lain dan blog itu bisa hidup dengan sendirinya. Sebagai pemiliknya, tanggung jawab Anda adalah memulai debat dan percakapan itu. Bahkan untuk beberapa waktu, adalah hal yang penting untuk ikut meneruskan percakapan yang terjadi di bagian komentar.

Tapi saat percakapan itu sudah bisa berjalan dengan sendirinya, maka Anda bisa bersyukur jika ada perbedaan opini, karena jumlah subscriber Anda akan bertambah untuk membahas hal-hal sejenis itu.

Saya selalu berkata bahwa blogging sebagian besar adalah tentang ‘menyambar’ ego pembaca dan membuat mereka merasa senang. Saya mendapat banyak bantahan tentang ini karena kebanyakan orang tidak ingin menyisihkan waktu untuk melakukannya, bahkan beberapa tidak berpikir bahwa hal ini adalah bagian dari menambah jumlah pembaca. Tapi jika Anda menjalankannya, hasil yang didapat akan membuat Anda terkejut.”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 9

#9: Hormatilah Audiens Anda

Francisco Rosales, penulis di SocialMouths, merekomendasikan:

“Menghormati audiens adalah metode paling efektif yang saya gunakan untuk menambah jumlah subscriber rss dan email. Sebelumnya saya sudah membuat beberapa keputusan, seperti tidak menggunakan pop-up atau tidak mengirimkan email dengan cara yang berlebihan. Tujuannya adalah untuk bertumbuh secara alami.”

Tentunya tingkat pertumbuhan saya tidak sebesar yang blogger lain, tapi saya percaya bahwa saya dibekali dengan subscriber yang kualitasnya lebih tinggi, serta tingkat unsubscribe yang mendekati nol. Saya cukup puas dengan hasil itu untuk sekarang ini.
Saya merekomendasikan pada semua orang untuk membuat Goal Conversion di Google Analytic agar mereka bisa menghitung persentasi pengunjung yang mendaftar (subscribe) pada Anda.

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 10

#10: Berfokuslah pada Konten yang tetap Segar

Stanford Smith, penulis di Pushing Social, merekomendasikan:
“Dari pengalaman saya, konten yang ‘tetap segar’ merupakan penarik utama untuk menarik subscriber untuk blog. Konten jenis ini berguna dari tahun ke tahun. Konten yang ‘tetap segar’ ini hangat diperbicangkan dan menarik karena bisa menawarkan jawaban yang luas bagi masalah yang dimiliki pembaca.

Pembaca mengkonsumsi konten ini dan memberikan penghargaan kepada pemilik blog berupa subscription. Untuk mencapai keefektivan maksimal, jadwalkan editorial Anda untuk menulis 10 sampai 12 post yang mendalam. Fokus Anda untuk menyesaikan masalah akan menarik bagi pembaca, sering dibagikan, mendapat urutan atas dalam hasil pencarian, dan menghasilkan subscriber yang loyal.”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 11

#11: Ketahuilah tujuan Anda dan Berpeganglah pada hal itu

Tom Webster, penulis di BrandSavant, merekomendasikan:
“Saya adalah orang terakhir yang Anda bisa tanyakan mengenai cara untuk mendapat subscriber. Walaupun sudah cukup berkembang dalam satu tahun terakhir, BrandSavant tidak menarik trafik yang sama dengan Blog Top 10 yang lain.

Saya kagum terhadap kemampuan orang-orang yang ada dalam daftar ini seperti yang dimiliki Jay Baer, karena dia tidak hanya membuat konten yang berkualitas, tapi juga membuatnya dengan sangat sukses!

Jika saya bisa memberikan sebuah nasehat, maka inilah nasehat itu: ketahuilah dengan jelas apa yang ingin Anda capai dengan blog Anda, dan jangan ragu-ragu. Saya tidak memiliki iklan di blog, tidak ada juga informasi produk yang bisa dijual. Jadi saya tidak terlalu mempedulikan jumlah trafik.

Saya mendapat bayaran saat seseorang menyewa saya untuk memberi pertanyaan cerdas dan membentuk wawasan di seputar jawabannya. Jadi saya memutuskan untuk tidak menjadi pengkoleksi konten, tapi hanya akan memposting pemikiran pribadi saya, dan hanya akan mempublikasikan sesuatu yang saya banggakan, sesuatu yang bisa merepresentasikan kualitas berpikir saya kepada calon klien.

Beberapa minggu saya mungkin akan memposting dua atau tiga hal; dan hanya satu di minggu-minggu lainnya. Apa yang saya dapat dari pendekatan ini adalah saat pertama kali mempublikasikan sebuah posting, mungkin saya tidak akan langsung mendapat trafik. Orang-orang mungkin datang melalui link Twitter, dan tidak langsung membaca artikel yang saya buat dan langsung pergi. Tapi mereka kembali lagi, seringkali beberapa minggu atau bulan setelahnya, saat itulah saya tahu bahwa tujuan saya sudah tercapai.”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 12

#12: Lakukan apa yang sudah Anda Janjikan

Lee Odden, penulis di the TopRank Online Marketing Blog, merekomendasikan:
“Hal terpenting yang dibutuhkan sebuah blog untuk mendapat banyak subscriber adalah sesuatu yang sangat dasar: memberi alasan yang kuat untuk mensubscribe setiap kalo Anda mempublikasikan sesuatu.

Artinya Anda harus membuat janji tentang apa yang akan Anda tulis dan sediakan dan melaksanakan janji itu (konten yang memenuhi keinginan user dan membuat mereka menginginkan yang lain).

Banyak trik yang bisa digunakan seperti plugin untuk mendeteksi pengunjung baru dan mengarahkan mereka untuk mensubscribe atau mengikuti kontes yang menharuskan mereka untuk mensubscribe blog Anda. Tapi untuk membangun nilai dalam komunitas pembaca Anda dan menginspirasi mereka dengan blog Anda, kemampuan untuk menghasilkan sesuatu sesuai janji adalah hal yang penting.”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 13

#13: Berikan kesempatan pada setiap pembaca untuk berinteraksi dengan Anda

Jay Dolan, penulis di The Anti-Social Media blog, merekomendasikan:
Ingatlah pada orang-orang kecil. Anda tidak bisa membangun jumlah pembaca Anda satu per satu. Metode tersebut, walaupun terdengar bagus, sangat memakan waktu dan lambat. Jika Anda menghabiskan waktu di luar internet, maka Anda tidak bisa mendapat satu atau dua pembaca baru.

Walaupun begitu, Anda bisa memberikan setiap pembaca kesempatan untuk berinteraksi dengan Anda dan membuatnya berkesan. Tidak setiap pembaca akan menggunakan kesempatan itu, tapi jika hal itu terjadi dan Anda melampaui ekspektasi mereka, Anda akan mendapat pembaca yang akan membawa jauh lebih banyak pembaca dibandingkan semua usaha Anda untuk mendapat pembaca baru dengan usaha sendiri.”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 14

#14: Ajaklah mereka untuk mensubscribe pada akhir Artikel

Jason Keath, president dari Social Fresh (sebuah perusahaan edukasi social media), merekomendasikan:

Letakkanlah form subscription secara menyolok. Jika call-to-actionnya terlihat jelas, orang akan lebih sering melihat dan tentunya makin banyak orang yang akan mensubscribe blog Anda. Konsep yang sama juga berlaku pada form subscription jenis pop-up, tapi saya tidak menyarankan hal ini, karena sering menjadi gangguan bagi user.

Tekankan pada email, bukan RSS. Lebih banyak orang yang mengecek email dibandingkan RSS. Jika memang ada orang yang ingin membaca RSS Anda, maka mereka akan mencari ikon RSS yang dibutuhkan.

Ajaklah pembaca untuk melakukan subscription diakhir sebuah artikel. Jika seseorang sudah mencapai akhir sebuah artikel, maka mereka sudah mendapat sesuatu dan berkemungkinan lebih besar untuk mendaftar.

Lakukan postingan setiap hari, atau setidaknya dalam jadwal yang regular. Orang-orang akan mensubscribe konten yang regular dan blog yang diupdate setiap hari mendapat jauh lebih banyak langganan (subscribers).”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 15

#15: Letakkan kotak Subscriber Anda di bagian atas

Mack Collier, penulis di MackCollier.com, blog tentang social media, merekomendasikan:
“tip terbaik yang bisa saya berikan adalah untuk memindahkan tombol atau kotak untuk mensubscribe di bagian atas blog. Saya menggunakan cara ini pada blog saya, dan mendapat peningkatan jumlah subscriber email sebesar 30%. Juga akan membantu jika Anda menggunakan tombol Google Reader, sebagai tambahan selain tombol RSS standar.”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 16

#16: Berikan benefit

Ricardo Bueno, penulis di RicardoBueno.com, blog yang membahas social media untuk real estate dan bisnis kecil, merekomendasikan:

“Tawarkan eBook gratis. Tidak tahu apa yang bisa ditulis? Pikirkanlah tentang apa blog Anda itu, carilah cara untuk membagikan tutorial yang bisa Anda berikan.

Sebagai contoh, saya memiliki blog untuk social media bagi industry real estate. Jadi tahun lalu, saya mewawancarai delapan blogger real estate untuk mengetahui metode dan teknik yang dibutuhkan untuk membuat blog real estate yang sukses. Saya menggabungkan hasil wawancara tersebut dalam sebuah eBook yang bisa saya bagikan secara gratis dan menawarkannya sebagai bonus untuk subscriber (saya mendapat 73 subscriber pada hari pertama).

Pada dasarnya Anda harus menawarkan nilai lebih untuk mereka yang menjadi subscriber. Lalu terus berikan konten berkualitas secara konsisten untuk menjaga perhatian mereka.”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 17

#17: Biarkan orang-orang mengikuti Anda dengan cara yang mereka suka

Kristi Hines, penulis di blog social media populer bernama Kikolani, merekomendasikan:
“Tips terbaik yang bisa saya bagikan tentang mendapat subscriber blog yang banak adalah untuk tidak berfokus pada memaksa pembaca untuk memilih satu cara untuk mensubscribe, tapi dengan memberikan banyak pilihan.

Secara personal, saya mensubscribe beberapa blogger berbeda dengan beberapa cara berbeda, termasuk RSS reader, email, dan StumbleUpon. Untuk beberapa blog, saya ingin membagikan isinya pada para follower, maka saya mengatur RSS feed mereka dalam Twitterfreed untuk secara otomatis melakukan share artikel terbaru mereka dengan menggunakan akun Twitter saya.”

Jika Anda ingin banyak orang mengikuti Anda, biarkan mereka melakukannya dengan cara terbaik yang cocok dengan mereka. Pastikan ada link menuju RSS feed, via email, Twitter, fan page Facebook, dan social network lain. Selain di bagian atas, tombol-tombol social media itu harus ada di sidebar dan bagian bawah blogpost Anda.

Cara lain untuk meningkatkan jumlah subscriber adalah dengan memasukkan link subscribe di profil social network, signature email, eBook gratis, dan semua tempat yang bisa Anda masukkan link tersebut. Semakin mudah pembaca Anda menemukan link itu, semakin banyak subscriber yang akan Anda dapat.”

17 Cara untuk Mengembangkan Blog, Nasehat dari para Top Blogger 18

Sekarang adalah giliran Anda!

Tips-tips diatas adalah sebuah permulaan dari fondasi untuk menumbuhkan audiens dan subsciber blog Anda.

Traction for Startup : Mengenal Definisi dan Berbagai Macam Channelnya

Traction for Startup Mengenal Definisi dan Berbagai Macam Channelnya

Dunia startup marketing memiliki beberapa istilah baru, terutama sejak tahun 2011. Ada yang menyebut “traction” ada juga “growth hack” yang keduanya memiliki perbedaan definisi sendiri-sendiri. “Traction” dipopulerkan oleh Gabriel Weinberg, founder Duck Duck Go, sedangkan “Growth hack” dipopulerkan oleh Sean Ellis. 

Sebenarnya portal kami yang dikhususkan membahas digital marketing untuk UKM adalah buattokoonline.id, tetapi konsep traction lebih cocok dan lebih sering digunakan dalam startup (terutama startup yang diinvest sehingga growthnya tinggi) jadi artikel ini kami tempatkan di startupbisnis.com.

Definisi

Traction adalah suatu tanda bahwa perusahaan Anda berhasil “take off”.

Hal ini sangat jelas dalam metrics Anda, Jika Anda memiliki mobile app, angka download rate Anda akan tumbuh dengan pesat. Jika Anda adalah search engine, jumlah search Anda melesat naik, jika Anda adalah tools SAAS, pendapatan per bulan Anda akan meledak, jika startup Anda adalah consumer app, daily active user Anda akan meningkat pesat.

Traction adalah suatu bukti adanya demand dari customer. JIka Anda adalah enterprise software, “initial traction” bisa jadi adalah dua atau tiga early customer yang mau membayar walaupun sedikit.

Menurut Paul Graham, founder Ycombinator, startup adalah perusahaan yang didesain untuk tumbuh cepat. Perusahaan yang baru saja berdiri tidak otomatis disebut “startup”, tidak juga jika perusahaan ini berjalan di ranah teknologi, atau mendapatkan pendanaan, atau baru saja “exit”. Hal essential dari startup adalah “growth” atau pertumbuhan. Semua hal yang kami asosiasikan dengan startup adalah growth. Dalam kata lain, traction is growth. The pursuit of traction is what defines a startup.

 The only essential thing is growth. Everything else we associate with startups follows from growth – Paul Graham

 

Traction channel

Startup mendapatkan traction melalui sekitar 19 channel yang berbeda. Banyak startup sukses yang bereksperimen dengan multiple channel (search engine marketing, bizdev dll) sampai mereka menemukan satu yang bekerja dengan baik. Ini yang disebut customer acquisition channel atau traction channel. Channel marketing dan distribusi di mana startup Anda bisa mendapatkan traction : user dan customer sebenarnya.

Terdapat dua kesamaan terkait pemilihan traction channel :

  1. Sebagian besar founder hanya mempertimbangkan menggunakan traction channel yang sudah familiar dengan mereka, atau mereka berpikir menggunakan channel tertentu karena tipe productnya. Hal ini berarti terlalu banyak startup fokus pada channel yang sama (Search engine marketing atau public relations) dan mengabaikan cara-cara lain yang potensial untuk menghasilkan traction.
  2. Sulit memprediksi channel mana yang bekerja dengan baik. Anda bisa membuat “educated guesses” tetapi sampai Anda melakukan pengetesan selama periode tertentu, akan sulit menentukan channel mana yang terbaik untuk Anda saat ini.

 

Jenis Jenis Traction channel

Viral marketing berarti menumbukan userbase Anda dengan mendorong user Anda untuk merefer user lain.

Public relation berarti bagaimana membuat nama Anda dibicarakan oleh media Koran, majalah atau TV.

Unconventional PR berarti anda melakukan sesuatu yang tidak biasa untuk menarik perhatian media. Channel bisa juga berarti Anda secara berulang melakukan sesuatu yang jauh melebihi harapan customer.

Search engine marketing memungkinkan perusahaan beriklan di search engine seperti Google dan search engine lainnya dalam bentuk paid ads.

Social dan display ads. Iklan di website media sosial popular seperti Youtube, Facebook, Twitter dan website niche lainnya bisa menjadi cara yang scalable untuk menjangkau customer baru.

Offline ads seperti iklan di acara yang popular di TV, iklan radio, billboard, infomercial, iklan Koran dan majalah, termasuk flyer dan iklan local lainnya, jenis iklan seperti ini biasanya untuk menjangkau demografis yang sulit dijangkau channel online, seperti orang-orang tua, tipe konsumen yang tidak terlalu tech-savvy, commuters (orang yang sedang dalam perjalanan). Beberapa startup menggunakan channel ini, yang berarti competitionnya di audience ini tidak besar.

Search Engine Optimization Adalah proses untuk memastikan website Anda muncul di search result dengan posisi yang baik.

Content marketing Banyak startup menggunakan blog. Tetapi banyak juga yang tidak menggunakannya untuk mendapatkan traction. Ada yang mendefinisikan bahwa content marketing adalah bagaimana memenangkan mind dan hearts dari calon customer.

Email Marketing adalah cara terbaik untuk mengconvert prospect, juga mempertahankan dan memonetize data Anda.

Engineering as Marketing berarti menggunakan resource engineering untuk mengakuisisi customer adalah cara yang belum banyak digunakan untuk mendapatkan traction. Perusahaan yang sukses dengan cara ini secara rutin membuat micro site, membuat widget. Membuat free tools yang mendatangkan leads setiap waktu.

Business Development adalah proses membangun strategic relationship yang saling menguntungkan startup Anda dan partner Anda. Bagi seorang Business Development peting untuk belajar bagaimana mencari strategic partner, memahami bagaimana membangun business development pipeline dan mendekati potential partner.

Sales – Memiliki fokus untuk membuat proses yang secara langsung “menukar” produk dengan uang.

Affiliate program Adalah suatu cara menjual dengan memberikan insentif kepada orang lain yang disebut affiliater, adalah suatu cara untuk menjangkau customer dalam angka besar secara cost effective.

Existing platform Berarti Anda memfokuskan effort pertumbuhan Anda pada mega-platform seperti Facebook, Twitter atau app store untuk mendorong user dari platform tersebut menggunakan produk Anda.

Trade shows Adalah kesempatan untuk perusahaan memamerkan produk terbarunya. Dalam suatu trade show Anda harus fokus mendapatkan partnership dan customer baru.

Offline events Mensponsori atau menjalankan offline event, dari meetup kecil atau conference besar bisa jadi tools utama Anda mendapatkan traction.

Speaking engagements Saat di mana perusahaan Anda mendapatkan kesempatan menjadi pembicara di suatu event. Hal ini bisa mendekatkan Anda dengan user/customer/calon customer Anda, jika Anda adalah pembicara yang baik, Anda bisa meminta mereka membicarakan tentang Anda di social media. Hal ini bisa membantu meningkatkan profile/awareness startup Anda.

Community building Perusahaan seperti Zappos, Wikipedia, Stack Exchange telah berhasil menumbuhkan passionate community di sekeliling produk mereka.

Artikel berikutnya akan membahas tentang framework untuk mengevaluasi traction channel.

Baca Juga

 

 

Mengevaluasi Channel Traction dengan Framework Bullseye (Target Panah)

Mengevaluasi Channel Traction dengan Framework Bullseye (Target Panah)

Ini adalah artikel ke 2 tentang traction. Artikel pertama bisa Anda baca di Traction for startups : Mengenal definisi dan berbagai macam channelnya.

Dengan begitu banyaknya channel traction yang bisa Anda pertimbangkan, menemukan satu yang bisa Anda fokuskan bukanlah hal yang mudah.

Itulah kenapa Framework sederhana ini dibuat yang disebut “bullseye” yang membantu Anda menemukan channel yang bisa menghasilkan traction untuk Anda.

Sebagai bilioner, founder Paypal dan investor awal Facebook, Peter Thiel mengatakan “kamu mungkin tidak akan menemukan beberapa strategi distribusi product Anda yang semuanya bekerja sama baiknya. Programmer (yang biasanya end up menjadi founder startup) seringkali gagal dalam hal ini karena mereka tidak mengerti distribusi, karena mereka juga tidak mengerti what works dan tidak berpikir tentang itu. Mereka akan mencoba beberapa cara sales, Business Development, advertising, viral marketing – semuanya – yang mana ini adalah ide jelek. Kemungkinan besar hanya ada 1 channel yang optimal, bahkan mungkin tidak satupun. Distribusi yang buruk – bukan produk yang buruk – adalah no 1 penyebab kegagalan. Jika Anda bisa menemukan satu single distribution channel yang bekerja dengan baik, Anda memiliki bisnis yang bagus. Jika Anda mencoba beberapa tetapi tak satupun bekerja, Anda selesai. Jadi penting untuk memikirkan tentang menemukan satu distribution channel terbaik.

Metafora bullseye atau “target panah”  – karena goal Anda adalah titik paling tengah dari target panah itu sendiri, yaitu menemukan satu traction channel yang akan meng-unclock pertumbuhan Anda ke level berikutnya.

Framework bullseye terbagi 5 tahap : brainstrorm, rank, prioritize, test dan fokus pada apa yang bekerja dengan baik. Evaluasi dan ulangi.

Step 1 : Brainstorm

Goalnya adalah menemukan cara yang reasonable untuk Anda gunakan di tiap channel traction, misalnya Anda akan melakukan advertising offline, di mana kira-kira tempat terbaik untuk melakukannya? Jika Anda akan memberikan speech, siapa audience ideal Anda ? Seperti dijabarkan di chapter 1, setiap orang melakkan pendekatan traction channel dengan bias (kecenderungan memilih channel yang kurang reasonable).

Langkah pertama adalah membantu Anda dengan sistematis menghilangkan bias ini. Penting untuk Anda tidak mengabaikan satupun traction channel di tahap ini. Anda harus memikirkan setidaknya satu ide untuk setiap channel – ini yang disebut brainstorming ! Anda harus specific memikirkan ide terkait perusahaan Anda. Anda harus tahu strategi marketing apa yang berjalan baik di industry Anda, termasuk juga sejarah perusahaan di industry Anda (memang, seringkali founder sukses adalah historian).

Sangat penting memahami bagaimana perusahaan yang mirip dengan Anda mendapatkan customer dari waktu ke waktu dan bagaimana perusahaan yang gagal membuang uang di budget marketing mereka.

Cara mudah untuk Anda mengorganisir adalah dengan spreadsheet. Contohnya bisa Anda download di sini.

Setiap column berisi ide tentang bagaimana Anda menggunakan channel tertentu. Anda bisa menempatkan lebih dari 1 ide per channel.

Beberapa saran tentang column ini yang bisa membantu Anda :

  • Seberapa mungkin ide ini bisa bekerja ?
  • Berapa customer yang kira-kira bisa Anda akuisisi dengan biaya tersebut sebelum cara ini menjadi saturated (competitor ikut masuk)
  • Perkiraan biaya untuk mengakuisisi customer melalui ide ini
  • Berapa lama timeframe yang dibutuhkan untuk melakukan testing ?

Tentu Anda tidak akan bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar tetapi Anda bisa membuat “educated guess”.

Langkah 2 : Ranking

Langkah ini membantu Anda mengorganisir effort brainstorming Anda, juga membantu berpikir kritis tentang channel traction Anda.

Bagilah channel traction Anda ke 3 kolom, di mana setiap kolom merepresentasikan sebagai berikut :

Kolom A (Inner circle – bagian paling dalam dari lingkaran) : Traction channel apa yang yang paling menjanjikan saat ini ?

Kolom B (Potensial) : Traction channel apa yang nampaknya akan bekerja baik ?

Kolom C (Long-shot) : Traction channel apa yang nampaknya bisa bekerja baik untuk jangka panjang ?

Riset yang Anda lakukan dalam langkah brainstorming seharusnya membantu Anda membuat ranking.

Beberapa ide Anda seringkali Nampak sangat menarik – traction channel ini masuk ke kolom A

Ide-ide yang nampaknya bisa berjalan masuk ke kolom B

Ide-ide yang nampaknya terlihat sebagai sebuah “pengembangan” yang bukan “core” masuk ke kolom C.

Langkah 3 : Prioritize

Sekarang identifikasi bagian dalam dari lingkaran (inner circle) : tiga traction channel yang terlihat paling menjanjikan. Jika sudah memiliki tiga channel di kolom A, Anda selesai ! Jika Anda masih memiliki lebih dari tiga, maka Anda harus membuang sebagian. Seringkali Anda menemukan beberapa channel yang terlihat menarik dan menjanjikan yang muncul dalam ranking Anda, Anda harus bedakan yang mana channel yang sifatnya hanya “excitement saja” atau channel yang memang menjanjikan.

Anda bisa melakukan pengetesan lebih dari satu experiment bersamaan karena testing membutuhkan waktu untuk dapat disimpulkan. Tetapi melakukan banyak hal secara pararel bisa membuat Anda tidak fokus atau error.

Langkah 4 : Test

Adalah saat di mana Anda menempatkan ide Anda di dunia nyata. Tujuan dari langkah ini adalah menemukan traction channel mana di dalam lingkaran terdalam Anda (inner circle) yang seharusnya Anda fokuskan. Anda akan membuat keputusan berdasarkan hasil dari beberapa seri pengetesan yang murah.

Test ini seharusnya didesain untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut :

  • Secara kasar, berapa biaya akuisisi customer melalui channel ini ?
  • Berapa banyak channel yang available di channel ini ?
  • Apakah customer yang didapatkan lewat channel ini adalah customer yang Anda inginkan ?

Pertanyaan ini mirip dengan isian kolom pada saat langkah brainstorming. Pada saat testing, Anda menggantikan “educated guess” Anda dengan jawaban sebenarnya. Tidak ada satu metode yang pasti untuk setiap traction channel karena setiap bisnis memiliki perbedaan mendasar.

Perhatikan bahwa pada langkah testing, Anda tidak mencoba mendapatkan banyak traction di suatu channel, tetapi Anda mencoba menentukan apakah suatu channel berjalan baik untuk startup Anda atau tidak.

Pertimbangan Anda di tahap ini adalah kecepatan untuk mendapatkan data dan membuktikan asumsi Anda.

Anda bisa juga mendesain testing dalam skala lebih kecil yang tidak membutuhkan banyak biaya atau effort, contohnya, menjalankan empat kampanye Facebook ads VS empat puluh kampanye sekaligus. Anda akan mendapatkan ide kasar tentang efektivitas dari suatu channel dengan biaya yang reasonable.

Langkah 5 : Fokus

Jika semua berjalan lancar, salah satu traction channel yang Anda tes dalam inner circle akan memberikan hasil yang menjanjikan. Dalam case ini, Anda harus mulai mengarahkan usaha traction Anda dan sumberdaya Anda untuk fokus pada channel yang paling menjanjikan.

Dalam tahap tertentu dari lifecycle startup, biasanya satu traction channel akan mendominasi customer acquisition. Maka dari itu sangat direkomendasikan untuk fokus pada satu channel saja dalam satu waktu. Dan ini hanya bisa dilakukan saat Anda sudah mengidentifikasi channel yang bekerja baik untuk Anda.

Goal di tahap fokus ini cukup simple : untuk mengeluarkan seluruh potensi traction yang ada pada traction channel. Untuk melakukannya Anda harus secara continue bereksperimen untuk menemukan bagaimana mengoptimasi pertumbuhan di channel yang Anda pilih. Saat Anda sudah terjun lebih dalam, Anda akan menemukan taktik yang efektif dan melakukan apapun yang Anda bisa untuk melakukan scaling dari strategi Anda sampai channel ini tidak lagi efektif karena saturation atau kenaikan biaya (mis. semua competitor masuk channel ini)

Anda harus mengulang prosesnya jika, tidak ada channel yang terlihat menjanjikan setelah testing. Semua prosesnya harus diulang. Kabar baiknya sekarang Anda sudah punya data dari semua tes yang Anda lakukan, yang memberikan Anda informasi hal-hal apa yang tidak diterima customer. Lihat pada pesan yang Anda kirimkan ke customer, atau gali lebih dalam di point apa tiap channel gagal untuk menyampaikan pesan pada customer.

Kenapa menggunakan framework Bullseye ? karena Bullseye didesain untuk secara langsung mengarahkan traction focus Anda dan memaksimalkan hasil Anda. Juga memaksa Anda memikirkan semua traction channel Anda dengan serius, hal ini dilakukan dengan tahap brainstorm dan kemudian juga memaksa Anda berpikir untuk meranking dan memprioritaskan. Semua langkah ini dengan sistematis membuka wawasan baru tentang traction yang mungkin tidak anda dapatkan dengan pendekatan lain. Framework ini juga membantu Anda melakukan zoom in pada ide terbaik dengan cepat dan murah disaat kita melempar sebuah net yang lebar : inilah pemahaman metafora dari bullseye (target panah). Kemudian kita juga bisa melakukan test yang pararel, karena channel yang akan sukses sulit diprediksi dan menghemat waktu adalah hal yang penting bagi Anda.

Baca Juga

Bagaimana Memaksimalkan Efektifitas Budget Marketing di Tiap Tahap Startup Anda

Bagaimana Freelancer.com Membangun Tim Growth Yang Hebat

Rahasia Sukses Bisnis Online : Sejarah dan 3 Kunci Sukses Pendiri Twitter