Belajar Email Marketing: Bagaimana Cara Meningkatkan Konversi Dari Email Yang Kita Kirimkan – Prinsip dan Studi Kasus Convert Email

Pada kali ini kita sampai pada bagian terakhir dari email marketing yaitu bagaimana cara membuat email yang di click sebelumnya dapat menghasilkan konversi (subscribe atau sales).

Setelah menerapkan tahap pertama yaitu mendapatkan informasi email customer (capture), kemudian maju ke tahap berikutnya setelah kita berhasil mendapat email dari customer saatnya kita membuat dan mengirim email kepada mereka dan di tahap ini dibahas bagaimana caranya membuat email yang baik agar customer mau membuka email tersebut dan kapan saat yang tepat untuk mengirimnya. Setelah itu masuk ke dalam tahap berikutnya lagi yang membahas bagaimana agar customer mau meng-click email yang kita berikan dan masuk ke dalam landing page website kita (click) dan sampailah ke tahap terakhir yang membahas tentang menghasilkan konversi dari email kita.

Seperti biasa akan ada pemanasan di awal pembahasan kita.

Saya akan memberikan 2 Gambar  dari landing page sebuah website dan kalian harus menebak seperti biasa manakah yang memiliki hasil yang paling optimal dari kedua gambar tersebut.

Gambar 1

Gambar 2

Manakah yang lebih optimal dari kedua gambar tersebut? Gambar 1? atau gambar 2?

Ya, gambar 2 memiliki hasil yang lebih optimal, mengapa? Kita akan membahas hal tersebut nanti.

Sekarang kita simak contoh berikutnya Belajar email marketing

Click pada gambar untuk memperbesar.

Sekarang dari contoh di atas ada 3 gambar yaitu gambar original, kemudian eksperimen A dan eksperimen B. Menurut kalian, manakah yang memiliki hasil yang paling optimal?

Jawabannya adalah Eksperimen B (Version B)

Beberapa contoh lainnya


Contoh di atas merupakan optimasi yang dilakukan dalam landing page sehingga dapat meningkatkan konversi.

Cara Menghitung Konversi


Dalam rumus menghitung konversi di atas, ada variabel yang merupakan element dari sebuah value dan ada element dari sebuah cost, sehingga yang harus dilakukan adalah bagaimana kita dapat memaksimalkan element dari value dan meminimalisasikan element dari cost sehingga dapat menghasilkan angka konversi yang baik.

Dari gambar di atas dapat dilihat yang merupakan element dari value adalah variabel M, V, I yang merupakan motivasi, value, dan insentif. Kemudian yang masuk ke dalam element dari cost adalah variabel F dan A yang merupakan permasalahan dan keraguan dari user.

Dalam hal ini kita akan fokus kepada 3 variabel penting yaitu value (V), permasalahan (F), dan keraguan dari user (A).

Value (V)

Seringkali kita berpikir bahwa pekerjaan kita telah selesai apabila email yang kita berikan di click oleh customers. Bagaimanapun, hal terpenting yang harus kita pikirkan adalah mengkomunikasikan value yang kita milikki kepada customer.

Hal ini membutuhkan 2 faktor penting yaitu

1. Keselarasan (Congruence) = Meyakinkan bahwa setiap element atau content  yang ada di landing page kita sesuai dan mendukung value yang kita bangun.

2. Kelancaran (Continuity) = Memastikan bahwa setiap proses atau langkah dalam proses pembelian mendukung value yang kita buat.

Untuk contohnya kita lihat di bawah ini


Maka yang harusnya dilakukan adalah

Sehingga dengan hal ini maka dapat meningkatkan konversion sebesar 29%

Permasalahan (F)

Ketika customer mengunjungi landing page anda, setiap aspek yang menjadi masalah bagi customers dapat memperburuk keadaan. Mereka dapat meninggalkan website anda hanya dengan satu click saja.

Akan ada beberapa pertanyaan yang muncul dalam pikiran customer ketika mengunjungi landing page dari website kita.

1. Dimana saya?

2. Apa yang bisa saya lakukan di sini?

3. Mengapa saya harus melakukan hal tersebut?

Berikut adalah rumus untuk menghitung besarnya (F)

Dapat dilihat dari rumus di atas, sehingga apabila kita ingin meminimalisasikan variabel dari permasalahan (fSC) maka kita juga harus meminimalkan LT dan DT.

Berikut adalah contoh meminimalkan DT

Menjadi seperti ini

Kemudian berikut adalah cara untuk meminimalkan DT

1. Eye-Path

Alur yang harus diperhatikan sehingga customer tidak pusing saat melihat landing page kita. Dengan alur yang berurutan maka dapat meningkatkan konversi sebesar 87%

2. Pilihan

Buanglah tombol pilihan yang tidak penting.

3. Tampilan Tombol

Tampilan dari suatu tombol juga dapat mempengaruhi tingkat konversi.

4. Flash Video

Daripada menggunakan sebuah video pendek, orang akan lebih tertarik dengan sebuah konten article yang detail tentang suatu hal, terkecuali video yang anda berikan sangat detail sehingga orang tertarik dengan video tersebut.

Keraguan dari User (A)

Ada 3 jenis dari Keraguan yang dihadapi oleh customer, dan kita harus bisa mengurangi hal ini dari setiap jenis keraguan yang ada.

1. Specificity (Kekhususan)

2. Proximity (Kedekatan)

3. Intensity (Intensitas)

Mari kita lihat contoh berikut untuk penjelasannya.

Manakah yang menghasilkan konversi yang lebih besar? Versi A atau Versi B?

Ya, Versi A memiliki conversion rate yang lebih besar. Mengapa? Karena pada versi A menjawab semua keraguan yang dimiliki oleh customer daripada yang ditunjukkan oleh Versi B.

Di atas merupakan keraguan yang muncul dari customer terhadap landing page pada Versi B. Bagaimana dengan Versi A?


Itulah 3 jenis keraguan yang dihadapi oleh customer dan harus diselesaikan.

Sekarang kita masuk ke bagian terakhir dari pembahasan ini, yaitu bagaimana penerapan dari variabel di atas dapat meningkatkan conversion rate.

Final Experiment

Kita telah mempelajari bahwa apabila kita ingin meningkatkan conversion rate maka kita harus memaksimalisasikan variabel M, I, V dan meminimalisasikan variabel F dan A bukan? Karena itu mari kita lihat contoh berikut.

Contoh di atas menunjukkan bahwa landing page tersebut  justru melakukkan hal sebalikknya di mana Value berkurang, Permasalahan (F) dan Keraguan user (A) bertambah sehingga hal tersebut menyebabkan

Cost > Value

Mari kita lihat bagaimana cara memperbaiki hal tersebut

Kali ini kita melihat Landing page yang telah optimal dimana Value (V) bertambah, Permasalahan (F) dan Keraguan User (A) berkurang sehingga hal tersebut menyebabkan

Value > Cost

Apa dampak perubahan dari Versi A menjadi Versi B?

Ya, perubahan tersebut menyebabkan conversion rate meningkat sebesar 83,79%

Begitulah keseluruhan pembahasan email marketing kita. Kita telah mempelajari bagaimana cara mendapatkan email list dari customer hingga meningkatkan conversion dari pesan email yang kita berikan kepada mereka. Semoga dengan semua pembahasan ini dapat meningkatkan conversion rate dari website Anda 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *