Hal Terpenting yang dipelajari oleh @AgateStudio dari Mentor Mereka

Editor’s note : Hal terpenting apa yang dipelajari oleh Agate Studio, (Game Studio asal Bandung) dari mentor mereka ? Kisah kopi tumpah, suatu hal yang tidak terkait langsung dengan bisnis. Arief Widhiyasa, CEO Agate Studio membaginya dalam acara talkshow Wirausaha Mandiri.

 

Ini adalah pelajaran paling berharga yang pernah diterima oleh Agate Studio.

Di dunia ini kita dipisahkan oleh sebuah garis. Ada orang yang di atas garis dan ada orang yang di bawah garis.

Orang-orang yang di bawah garis akan melakukan blame, excuse atau denial.

Misalnya orang datang telat ke kantor, ia ditanyakan oleh bosnya “kenapa kamu telat?”  Ia akan mulai blaming “anak saya rewel” … “istri saya telat bangunin” atau excuse “kena macet di tol Cawang” – padahal tol Cawang memang tiap hari macet, excuse ini cari-cari alasan yang tidak penting, yang lebih parah “denial” … “ah enggak ah, tidak telat kok!” dia mengelak mengakui kalau dia telat.

Sedangkan orang-orang yang ada di atas memiliki ownership, artinya semua yang terjadi di sekitar kita, kita terlibat untuk membuatnya menjadi lebih baik, sedangkan akuntability artinya kita bisa diandalkan untuk melakukan sesuatu, responsibility artinya kita memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu.

Contoh ekstrim, di ujung sana ada nenek-nenek menyebrang, saya berdiri tidak jauh dari dia.

Nenek itu tiba-tiba jatuh terpeleset waktu menyebrang.

Simulasinya orang yang below the line :

Excuse “Wah saya jauh, masa saya tolong ?”

Denial “Ah gak lihat kok”

Sedangkan orang yang ada di atas garis akan membantu si nenek ini, dia memiliki ownership karena merasa terlibat terhadap lingkungan sekitarnya.

 

Ketika saya dan teman-teman mulai belajar bisnis, kami banyak bertemu mentor bisnis yang canggih-canggih, mereka jago dan sukses banget di bisnis, sewaktu kami bilang mau minta saran, mereka malah TIDAK mengajarkan cara bisnis, mereka TIDAK mengajari kami cara marketing yang jago, strategi produksi yang keren dll.

Mereka malah memberikan cerita KOPI TUMPAH.

Kopi tumpah ini menceritakan tentang orang yang di bawah garis VS di atas garis.

 

Cerita kopi tumpah memiliki setting sebuah keluarga kecil, bapak, ibu dan seorang anak perempuan masih SD.

Suatu pagi si anak mau berangkat sekolah, si ayah mau berangkat, ibunya mau buatkan kopi, lalu si ibu menempatkan kopi di meja tempat si bapak duduk, si ibu menempatkan kopi agak ke pinggir meja.

Si anak hari itu akan menghadapi ulangan, dia semangat sekali karena sudah persiapan beberapa hari sebelumnya.

Si anak yakin pasti bisa, turun tangga semangat sekali  “papa..papa..nanti ulangan.. ” … PRAKK .. kena kopi, kopinya tumpah … tumpah ke paha si bokap.

 

Apa yang dilakukan bokapnya ? Kita simulasikan bokap yang di bawah garis :

Lagi duduk, kena kopi, PRAKK … Anaknya di maki-maki “Kamu ini ceroboh banget ! jalan aja gak bener !

Istrinya datang, di maki lagi sama si bokap “Kamu ini juga kenapa taruh kopi di pinggir banget !” … “Ya udah saya ganti celana dulu di atas

Waktu si bapak ke lantai atas, yang jemput anaknya datang “TINN TINN .. Jemputan !!!“.

Si ibu bilang “aduh pak, ini anaknya lagi nangis… nanti ya saya antar sendiri”

Si bapak tak lama kemudian turun lagi, lihat anaknya masih nangis “lho kok dia belum sekolah ???

“Loh kan tadi gara-gara kamu dia jadi nangis ??”

Mulai deh perang dunia ke-2 … cek cok lagi.

“Ya udah saya antar” .. bokapnya ngalah.

Dalam perjalanan ke sekolah semuanya serba salah .. lampu merah disalahin, macet disalahin … anaknya masih nangis di mobil “kamu ini nangis-nangis aja!”.

Tak lama kemudian, si anak sampai di sekolah telat, si bapak juga telat, bosnya nanya “kok kamu telat?” .. marah-marah lagi “kamu tidak tahu apa yang terjadi pada saya .. !”

Nah sampai di situ ceritanya, kalau kita lihat dari cerita ini, hanya karena kopi tumpah tadi dan apa respon si bapak itu bisa mengubah masa depan dengan signifikan :

  1. Hubungan si bapak dan istrinya menjadi tidak baik
  2. Bapaknya bisa saja dipecat dari kantor karena tidak sopan
  3. Yang lebih parah si anak, dia sudah belajar gila-gilaan, karena kopi tumpah tadi dia tidak konsen ujian, terlambat sampai sekolah lagi.

 

Sekarang kita lihat, perbandingannya dengan orang yang ada di atas garis :

Lagi duduk, kena kopi, PRAKK … “Aaah panas-panas .. kamu sih semangat banget ! karena kamu semangat kamu harus ganti celana papa !”

“Gimana cara ganti celana papa ?”

 “Yang penting kamu ulangan dapet 100 aja deh !”

“Oh iya iya.. aku pasti dapet 100”

Artinya si bokap merasa ada ownership terhadap kejadian ini, kalau dia tidak duduk di situ kan dia tidak kena tumpahan kopi.

“Mama-mama, buatin kopi lagi dong, kopi yang penuh cinta”

Mamanya jadi senang.

Bayangkan dengan awal seperti ini, harinya berubah total. Dari semua orang-orang berhasil yang saya temukan, mereka ada di atas. Jadi kita semua harus cepat-cepat pindah ke atas.

Salah satu film bagus tentang berpikir positif adalah film “life is beautiful” yang menceritakan bagaimana berpikir positif di titik yang paling susah dan film ini direkomendasikan untuk ditonton.

Belajar Email Marketing: Bagaimana Cara Meningkatkan Konversi Dari Email Yang Kita Kirimkan – Prinsip dan Studi Kasus Convert Email

Pada kali ini kita sampai pada bagian terakhir dari email marketing yaitu bagaimana cara membuat email yang di click sebelumnya dapat menghasilkan konversi (subscribe atau sales).

Setelah menerapkan tahap pertama yaitu mendapatkan informasi email customer (capture), kemudian maju ke tahap berikutnya setelah kita berhasil mendapat email dari customer saatnya kita membuat dan mengirim email kepada mereka dan di tahap ini dibahas bagaimana caranya membuat email yang baik agar customer mau membuka email tersebut dan kapan saat yang tepat untuk mengirimnya. Setelah itu masuk ke dalam tahap berikutnya lagi yang membahas bagaimana agar customer mau meng-click email yang kita berikan dan masuk ke dalam landing page website kita (click) dan sampailah ke tahap terakhir yang membahas tentang menghasilkan konversi dari email kita.

Seperti biasa akan ada pemanasan di awal pembahasan kita.

Saya akan memberikan 2 Gambar  dari landing page sebuah website dan kalian harus menebak seperti biasa manakah yang memiliki hasil yang paling optimal dari kedua gambar tersebut.

Gambar 1

Gambar 2

Manakah yang lebih optimal dari kedua gambar tersebut? Gambar 1? atau gambar 2?

Ya, gambar 2 memiliki hasil yang lebih optimal, mengapa? Kita akan membahas hal tersebut nanti.

Sekarang kita simak contoh berikutnya Belajar email marketing

Click pada gambar untuk memperbesar.

Sekarang dari contoh di atas ada 3 gambar yaitu gambar original, kemudian eksperimen A dan eksperimen B. Menurut kalian, manakah yang memiliki hasil yang paling optimal?

Jawabannya adalah Eksperimen B (Version B)

Beberapa contoh lainnya


Contoh di atas merupakan optimasi yang dilakukan dalam landing page sehingga dapat meningkatkan konversi.

Cara Menghitung Konversi


Dalam rumus menghitung konversi di atas, ada variabel yang merupakan element dari sebuah value dan ada element dari sebuah cost, sehingga yang harus dilakukan adalah bagaimana kita dapat memaksimalkan element dari value dan meminimalisasikan element dari cost sehingga dapat menghasilkan angka konversi yang baik.

Dari gambar di atas dapat dilihat yang merupakan element dari value adalah variabel M, V, I yang merupakan motivasi, value, dan insentif. Kemudian yang masuk ke dalam element dari cost adalah variabel F dan A yang merupakan permasalahan dan keraguan dari user.

Dalam hal ini kita akan fokus kepada 3 variabel penting yaitu value (V), permasalahan (F), dan keraguan dari user (A).

Value (V)

Seringkali kita berpikir bahwa pekerjaan kita telah selesai apabila email yang kita berikan di click oleh customers. Bagaimanapun, hal terpenting yang harus kita pikirkan adalah mengkomunikasikan value yang kita milikki kepada customer.

Hal ini membutuhkan 2 faktor penting yaitu

1. Keselarasan (Congruence) = Meyakinkan bahwa setiap element atau content  yang ada di landing page kita sesuai dan mendukung value yang kita bangun.

2. Kelancaran (Continuity) = Memastikan bahwa setiap proses atau langkah dalam proses pembelian mendukung value yang kita buat.

Untuk contohnya kita lihat di bawah ini


Maka yang harusnya dilakukan adalah

Sehingga dengan hal ini maka dapat meningkatkan konversion sebesar 29%

Permasalahan (F)

Ketika customer mengunjungi landing page anda, setiap aspek yang menjadi masalah bagi customers dapat memperburuk keadaan. Mereka dapat meninggalkan website anda hanya dengan satu click saja.

Akan ada beberapa pertanyaan yang muncul dalam pikiran customer ketika mengunjungi landing page dari website kita.

1. Dimana saya?

2. Apa yang bisa saya lakukan di sini?

3. Mengapa saya harus melakukan hal tersebut?

Berikut adalah rumus untuk menghitung besarnya (F)

Dapat dilihat dari rumus di atas, sehingga apabila kita ingin meminimalisasikan variabel dari permasalahan (fSC) maka kita juga harus meminimalkan LT dan DT.

Berikut adalah contoh meminimalkan DT

Menjadi seperti ini

Kemudian berikut adalah cara untuk meminimalkan DT

1. Eye-Path

Alur yang harus diperhatikan sehingga customer tidak pusing saat melihat landing page kita. Dengan alur yang berurutan maka dapat meningkatkan konversi sebesar 87%

2. Pilihan

Buanglah tombol pilihan yang tidak penting.

3. Tampilan Tombol

Tampilan dari suatu tombol juga dapat mempengaruhi tingkat konversi.

4. Flash Video

Daripada menggunakan sebuah video pendek, orang akan lebih tertarik dengan sebuah konten article yang detail tentang suatu hal, terkecuali video yang anda berikan sangat detail sehingga orang tertarik dengan video tersebut.

Keraguan dari User (A)

Ada 3 jenis dari Keraguan yang dihadapi oleh customer, dan kita harus bisa mengurangi hal ini dari setiap jenis keraguan yang ada.

1. Specificity (Kekhususan)

2. Proximity (Kedekatan)

3. Intensity (Intensitas)

Mari kita lihat contoh berikut untuk penjelasannya.

Manakah yang menghasilkan konversi yang lebih besar? Versi A atau Versi B?

Ya, Versi A memiliki conversion rate yang lebih besar. Mengapa? Karena pada versi A menjawab semua keraguan yang dimiliki oleh customer daripada yang ditunjukkan oleh Versi B.

Di atas merupakan keraguan yang muncul dari customer terhadap landing page pada Versi B. Bagaimana dengan Versi A?


Itulah 3 jenis keraguan yang dihadapi oleh customer dan harus diselesaikan.

Sekarang kita masuk ke bagian terakhir dari pembahasan ini, yaitu bagaimana penerapan dari variabel di atas dapat meningkatkan conversion rate.

Final Experiment

Kita telah mempelajari bahwa apabila kita ingin meningkatkan conversion rate maka kita harus memaksimalisasikan variabel M, I, V dan meminimalisasikan variabel F dan A bukan? Karena itu mari kita lihat contoh berikut.

Contoh di atas menunjukkan bahwa landing page tersebut  justru melakukkan hal sebalikknya di mana Value berkurang, Permasalahan (F) dan Keraguan user (A) bertambah sehingga hal tersebut menyebabkan

Cost > Value

Mari kita lihat bagaimana cara memperbaiki hal tersebut

Kali ini kita melihat Landing page yang telah optimal dimana Value (V) bertambah, Permasalahan (F) dan Keraguan User (A) berkurang sehingga hal tersebut menyebabkan

Value > Cost

Apa dampak perubahan dari Versi A menjadi Versi B?

Ya, perubahan tersebut menyebabkan conversion rate meningkat sebesar 83,79%

Begitulah keseluruhan pembahasan email marketing kita. Kita telah mempelajari bagaimana cara mendapatkan email list dari customer hingga meningkatkan conversion dari pesan email yang kita berikan kepada mereka. Semoga dengan semua pembahasan ini dapat meningkatkan conversion rate dari website Anda 🙂

5 Alasan Kenapa Carousell adalah Best Friend Setiap Anak Kampus

Minggu, 24 Mei 2015  –  Ada acara seru di SCBD, Carousell Campus Party! Anak-anak dari sekitar 10 kampus di Jakarta berkumpul-kumpul untuk kenalan dan have fun bareng. Di sana kita ditraktir makan siang Bits & Bobs yang enak banget, main game seru, dan yang paling penting, mendengar lebih jauh tentang apa sih Carousell dan bagaimana kalian semua bisa diuntungkan kalau join Carousell Campus Marketplace!

Kamu mungkin pernah dengar tentang Carousell, atau pernah lihat teman-teman di kelas yang lagi browsing apps ini. Dengan harga yang cocok banget buat anak kampus, dan fitur yang seru & sosial, nggak heran banyak orang suka memakai Carousell!

Carousell itu apps jual beli yang simpel banget, kamu bisa jualan dimanapun kamu berada. Ini apps yang harus banget ada di hape kamu kalau kamu adalah seorang shopaholic dengan budget pas pas-an, mahasiswa biasa yang lagi mencari cara menjual buku pelajaran lama, maupun memulai toko online! Nah untuk liputan kali ini, kita akan membahas 5 alasan kenapa Carousell apps adalah best friend buat anak-anak kampus kaya kita! 😀

1. Belanja barang murmer!

Kita semua ngerti kan feeling pas pengen banget beli satu barang, tapi nggak bisa beli karena dompet yang nggak sanggup! *brb nangis dulu* Berhenti menangis! Carousell memungkinkan kamu untuk memiliki barang-barang ini dengan harga lebih murah dari harga pasaran!

Ada ribuan online shops dan individual seller yang berjualan di 20 kategori berbeda di Carousell. Barang dijual ada yang baru maupun preloved, dan trust me, mereka jauuuh lebih murah dari apa pun yang kamu temukan di mall! Yang paling seksi dari apps ini, kamu tinggal ketik apa yang kamu pengen di fitur ‘Search’ (pencarian), dan bahkan kamu bisa nyari dengan lebih akurat dengan pasang filter harga atau lokasi!

DSLR Canon seharga Rp 3.5juta walaupun harga pasaran Rp 10juta? Why not! Yang lebih keren lagi, kamu bisa langsung menawar dengan penjualnya melalui fitur ‘Chat’ (Mengobrol)! Dengan interface yang mudah dipake, nggak heran kalo Carousell sangat disukai oleh fashion bloggers dan online shoppers. Berbelanja di Carousell juga memastikan kalau kamu akan mendapatkan barang-barang yang unik dan anti-mainstream, so you can say bye-bye to that awkward situation pas kamu pakai baju yang sama dengan teman sekelasmu!

2. Adiktif banget – for a good reason!

Ngaku deh, kita sama sekali nggak bisa lepas dari hape! Mulai dari nge-cek update teman-teman di Path, sampai browsing olshop di Instagram, kita emang generasi yang nggak bisa dipisahkan dari best friend kita –  si smartphone. Carousell menggabungkan pengalaman seru di media sosial dengan online commerce; jadi kamu bisa melihat barang sambil nge-’Like’ & ‘Share’ barang favorit kamu dengan teman-teman! Suka sesuatu? Cuma perlu beberapa detik untuk bikin penawaran! Atau mungkin bentar lagi ulang tahun kamu dan kamu naksir satu hadiah di Carousell – @mention teman kamu saja di komentarnya buat minta dibeliin 😉

3. Nambah duit jajan

Textbook semester lalu? Laptop lama? Pakaian yang nggak dipakai lagi? Kita semua sebenarnya punya barang yang bisa dijual. Jangan biarkan barang-barang ini ngumpulin debu dan sia-sia — kenapa nggak coba jualan di Carousell dan dapetin uang tambahan! Ayo lihat sekitarmu, pilih satu barang, ambil foto yang cantik, dan tadaa! Barangmu akan ter-upload di marketplace Carousell Indonesia dalam beberapa detik. Sumpah ini gampang banget, bahkan nenek-nenek gaptek juga bisa (serius). Yang paling keren? Ini semua GRATIS!

Kalo kamu ada rencana buka usaha baru, misalnya nyoba jualan Art & Craft bikinan sendiri atau buka online shop kamu di Carousell, cuma perlu bikin akun gratis aja dan kamu bakal dapat sebuah web shop Carousell yang kamu bisa promosiin ke semua customer! Check out teman sekampus kita, Angelia Salim, (carousell.com/wandersketch) yang baru aja memulai bisnis desain kartu custom online di Carousell!

4. Carousell Campus Marketplace***

Semuanya lebih seru sama teman-teman! Carousell Campus Marketplace adalah komunitas spesial buat kamu dan teman-teman sekampus untuk jual beli. Kamu bisa liat apa yang mereka jual dan barang yang kamu jual pun bakal di-upload di Campus Marketplace kamu. Tujuan adanya Campus Marketplace ini adalah supaya sesama anak kampus bisa jual beli dan ketemuan di bangunan kampus sekolah! Transaksi jadi lebih cepat, hemat biaya ongkir dan dukung usaha teman kamu! If you are lucky, you may find your soulmate through Carousell too! (based on true story) Sekarang kamu nggak ada alasan buat nggak nyoba jual beli di Carousell 😉

5. Dibuat oleh anak muda buat anak muda
Surprise, surprise; apps ini dibuat oleh mahasiswa kuliahan dan yang baru lulus loh! Misi mereka adalah untuk mengatasi masalah dengan menggunakan teknologi, membuat jualan online makin simple & fun di smartphone kita. Jamin kamu bakal temuiin fitur dan barang-barang yang menarik di aplikasinya!

Kalo kamu belum tau, Carousell juga adalah apps shopping yang super populer buat youngsters di Singapura. Sekarang udah masuk ke Indonesia nih, fashion bloggers Veren Lee, Stella Lee dan Gabriella Olivia juga udah jualan di Carousell, so what are you waiting for? Let’s Carousell!

Download Carousell gratis di iPhone app store dan Android google play store. Carousell juga tersedia di website https://id.carousell.com

***Cara bergabung di Campus Marketplace:

Nggak bisa menemukan kampusmu di list yang ada? Nggak tau kode rahasianya? Email community.id@carousell.com atau message Twitter @carousell_id !

7 Langkah Lengkap Untuk Segera Merealisasikan Ide Hebat Anda

Editor’s note: Artikel ini ditulis oleh Sujan Patel, founder dari Single Grain, salah satu digital agency yang top di San Fransisco. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di internet marketing, Sujan telah memimpin strategi digital marketing pada perusahaan seperti Sales Force, Yahoo, Intuit, dan banyak perusahaan Fortune 500 lainnya. Dengan background dalam marketing, Sujan juga membantu banyak perusahaan mengembangkan dan melatih tim internal marketing.

Jika anda berpikir anda memiliki ide yang hebat? Well, so what??

Kenyataan yang pahit dalam dunia bisnis adalah ide yang hebat itu bertebaran dimana-mana. Apa yang membedakan entrepreneur yang hebat dari competitor mereka adalah kemampuan untuk mengeksekusi visi/ide mereka dengan sukses.

Saya telah melalui proses pembuatan ide dan perusahaan beberapa kali, dan saya punya beberapa sistem yang bisa digunakan untuk memulai ide yang hebat. Bergantung dari spesifik dari ide tersebut, mungkin anda tidak memerlukan semua langkah-langkah di bawah ini atau mungkin anda dapat melakukannya dengan tidak berurutan. Tetapi apapun kasusnya, saya harap proses ini dapat membantu ketika anda meluncurkan perusahaan anda yang selanjutnya!

1. Definisikan ide anda

Jika anda mengatakan pada saya,” saya ingin membangun the next Facebook,” percayalah ini bukan ide yang hebat. Bagaimana bisa the next Facebook anda ini melayani future customer anda? Apa yang membedakan anda dengan website lain yang telah popular, dan apa yang membuat customer akan memakai website anda dibanding Facebook?

Mengatakan sesuatu seperti,” saya berencana untuk meluncurkan jejaring social yang focus untuk menghubungkan professional yang berumur 20-30 tahun dengan bantuan mentor,” ini terdengar lebih baik dari yang sebelumnya. Sebagai aturan umum, ketika mendinisikan ide anda, anda harus memastikan pertanyaan berikut ini terjawab:

  • Apa fungsi dari ide saya?
  • Apakah ide saya memenuhi kebutuhan banyak orang atau ide saya adalah iterasi dari ide lainnya yang sudah sukses?
  • User yang seperti apa yang akan saya layani?
  • Value apa yang ide saya tawarkan pada user ini?
  • Bagaimana membedakan ide saya dengan kompetitor lainnya?

Di saat anda menjabarkan dan kembali mendefinisikan ide anda, saya ingin anda mengingat satu konsep ini dalam pikiran anda – the idea of the “MVP” (minimum viable product). Daripada mencoba meng-cover setiap peluang yang ide anda dapat tawarkan , persempit ide anda seminimal mungkin yang dibutuhkan agar ide anda dapat diluncurkan dengan segera.

Dan juga ingat – mencoba untuk menjadi semuanya bagi semua orang adalah cara yang mudah untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang akan puas dengan produk atau layanan anda. Jika anda paham dengan ide anda sebenarnya, anda baru boleh melangkah ke  proses selanjutnya.

2. Menguji ide anda

Mungkin anda berpikir bahwa ide anda hebat, tapi apakah orang lain menganggapnya begitu? Apakah orang lain mau membayar untuk ide anda ini?

Sebelum melangkah lebih jauh lagi dengan ide ini, anda harus melakukan testing di dunia nyata. Ada sejumlah cara yang berbeda yang dapat anda lakukan – termasuk beberapa cara ini dan bahkan lebih. Perlu diperhatikan bahwa metode testing dari ide anda yang tepat itu bergantung dari sejumlah faktor yang berbeda, termasuk ukuran dari ide anda, berapa lama ide ini dapat diluncurkan ke market dan berapa banyak jumlah investasi yang bisa anda lakukan pada market research di awal.

  • Cari produk yang mirip – salah satu cara yang termudah untuk menentukan apakah ada atau tidak demand dari produk/layanan anda adalah dengan melihat apakah anda punya kompetitor atau tidak. Walaupun nantinya kompetitor menjadi tantangan bagi bisnis anda, melihat kompetitor adalah cara untuk mencari tahu apakah ada orang yang akan membayar produk anda atau tidak. Anda juga bisa mencari apakah ada orang yang mengiklan di adwords dengan keyword SERP spesifik yang sama dengan ide anda. Jika ada orang yang ingin membayar untuk keyword tersebut, pasti ada peluang yang cukup besar dimana anda bisa menciptakan uang dari keyword tersebut. Artinya ide anda tersebut ada marketnya.
  • “Menghubungi teman anda” – coba Tanya teman dan keluarga anda apa yang ada di benak mereka tentang ide anda itu. Walaupun mereka bukan tujuan utama dari sumber informasi anda, ini adalah cara gratis untuk menghasilkan informasi tersebut. Pastikan bahwa siapapun kenalan anda, mereka masuk ke dalam target audience dari ide anda, dan coba bertanya pada orang-orang yang dikenal sebagai orang yang jujur.
  • “jalankan testing ads/iklan” – di dalam buku “Four Hour Work,“  Tim Ferris menggambarkan metode testing ide yang mencakup menjalankan sebuah iklan website atau iklan majalah yang menawarkan produk anda dengan pengiriman selama 6-8 minggu. Jika orang mengikuti iklan anda – apakah mereka yang tertarik atau bahkan yang memesan produk anda – dari sana anda tahu bahwa ada peminat di market anda ini. Yang harus anda lakukan sekarang adalah menyiapkan produk anda secepatnya!
  • Cari mentor – untuk proses seperti ini, mentor terbaik adalah mereka yang mendirikan perusahaan sukses yang mirip dengan apa yang anda lakukan sekarang, tetapi berbeda dengan target yang anda rencanakan. Sebagai contoh, jika anda berencana untuk memulai perusahaan jejaring social, seorang mentor yang mendirikan perusahaan SaaS dapat menyediakan anda dengan informasi tentang apa yang dibutuhkan untuk meluncurkan sebuah perusahaan dan menentukan apakah ide ada layak atau tidak. Jika anda khawatir dengan kerahasiaan, pertimbangkan untuk menempatkan sebuah NDA sebelum melakukan testing ide anda ke mentor baru.
  • Traditional Market Research – Jika anda mempunyai uang, ada banyak agency di luar sana yang akan memberikan anda data yang dibutuhkan untuk membuat keputusan tentang ide anda ini. Agency riset market dapat melakukan semuanya dari polling yang simple sampai focus pada grup/kelompok tertentu. Dan di saat anda menjalankan banyak pekerjaan ini sendirian, coba perhatikan bahwa agency yang bagus dapat membantu mengeliminasi bias dari proses riset. Dan mungkin ujung-ujungnya anda akan melakukan survey pertanyaan yang akan memberikan anda data yang tepat yang anda ingin ketahui.
  • Membayar laporan riset – anggap saja anda ingin akses ke data riset dari market tujuan anda, tetapi tidak dapat membuat survey/studi anda sendiri. Bergantung pada industry dan jenis data yang ingin anda kumpulkan, anda dapat membayar laporan riset yang sudah ada yang bisa memberikan anda informasi yang anda perlukan untuk testing ide ini.
  • Uji ide anda pada skala yang kecil – jika anda berencana untuk meluncurkan jejaring sosial nasional atau mengembangkan sebuah extensive software suite, meluncurkan versi trial untuk menguji kelayakan ide anda mungkin tidak bisa terjadi. Tetapi bagaimana jika anda berencana menjual aksesoris fashion kecil-kecilan atau meluncurkan consulting service yang baru? Dalam kasus ini, anda mungkin dapat menguji ide anda dengan menjualnya ke teman, anggota keluarga dan kenalan anda sebelum membawa perusahaan anda ke market yang lebih luas.
  • Coba crowdfunding – setelah anda memiliki ide yang spesifik, coba lemparkan ke platform crowd-funding seperti Kickstarter atau GoFundMe dan lihat apakah ada traction atau tidak. Anda akan kehilangan kerahasiaan dari projek anda ini (membuka peluang bagi kloningan untuk meniru projek anda dan mungkin lebih sukses dari anda nantinya), tetapi anda akan punya bukti yang cepat dan jelas apakah target audience anda ingin membayar untuk men-support ide anda atau tidak. Pastikan hanya menggunakan strategi ini jika anda tahu bahwa anda akan mengembalikan produk anda yang sudah selesai ini ke orang yang membantu anda di platform tersebut.

Sebagai aturan umum, jumlah yang anda invest untuk menguji ide anda seharusnya ada dikisaran skala akhir dari ide anda. Dalam contoh di atas, menciptakan testing seperti menjual aksesoris secara langsung atau melalui situs Etsy merupakan investasi yang tergolong kecil. Menciptakan banyak produk software suite, di sisi lain, akan menjadi bisnis yang mahal. Berinvestasi di market research yang dibutuhkan dapat meyakinkan bahwa ada demand pada produk anda sebelum anda berkomitmen dengan waktu dan uang untuk ide tersebut.

Dan juga, perlu diingat bahwa anda tidak dibatasi untuk memilih salah satu dari cara testing ide ini. Untuk contohnya, anda dapat memulai dengan melakukan polling pada kenalan anda dan berdasarkan feedback mereka, coba jalankan saja atau membuat kampanye kickstarter. Ini mungkin menjadi waktu yang tepat untuk mencari saran, bergantung banyaknya jumlah dari ide yang ingin anda terapkan pada proses testing. Mempunyai pengacara dapat memberi anda saran bagaimana melindungi bisnis anda di stage ini, dapat memberikan perbedaan antara peluncuran yang sukses dan ide yang dipatahkan kompetitor sebelum anda memulainya.

3. Mengidentifikasi resources yang dibutuhkan

Dalam proses ini, anda seharusnya memiliki data yang jelas dan nyata yang menunjukkan bahwa ada demand terhadap produk anda dan keinginan orang untuk membayarnya yang akan membuat ide anda layak secara financial. Jika riset market anda tidak cukup untuk men-support ide anda, jangan khawatir! Banyak ide hebat yang muncul dari data yang anda kumpulkan itu. Sekarang terserah anda apakah mau terus iterasi ide anda atau memulai riset terhadap ide selanjutnya!

Tetapi, demi proses ini, anggaplah anda siap untuk maju dengan ide anda yang hebat ini. Hal yang selanjutnya harus anda lakukan adalah mengidentifikasi semua resources yang akan mensukseskan visi anda. Pastikan rencana anda mengcover semua kategori berikut, begitu juga kategori lain yang mungkin relevan pada bisnis anda:

  • Costs – ini mencakup izin bisnis dan biaya pendaftaran, raw materials, biaya iklan, biaya sewa kantor/peralatan, biaya karyawan, desain, dan masih banyak lagi.
  • Knowledge – ini mencakup training, pengetahuan teknikal, karyawan (apakah sebagai kontraktor independent atau fulltime) dan mentor
  • Time – jumlah waktu dan energi yang anda perlukan untuk membawa produk anda ke market (berikan perhatian yang ekstra pada kategori ini jika anda berencana untuk bootstrapping ide anda di saat masih mengerjakan pekerjaan yang lain)

Jangan berpikir bahwa resources yang dibutuhkan itu hanya uang saja. Untuk contoh, anda memerlukan logo, anda dapat mendesain sendiri atau membayar orang untuk membuatnya. Waktu dan uang mewakili resources anda dalam kasus ini – terserah anda untuk mencari tahu bagaimana menyeimbangkan demand yang bersaing ini.

Di saat anda merencanakan resources yang  diperlukan untuk meluncurkan ide ini, lakukan secara menyeluruh dan sedetail mungkin. Jangan coba untuk menebak bahwa anda memerlukan $500 untuk membuat suatu logo – carilah desainer yang berpengalaman yang ingin diajak bekerja sama. Tidak bisa menghitung anggaran dengan baik akan menggagalkan bisnis anda jika anda mulai kehabisan uang atau tidak tahu cara melewati masa-masa kritis.

Anda mungkin juga perlu mempertimbangkan untuk mengarahkan resources anda ke growth model yang berbeda selama planning stage ini. Anggap saja anda ingin meluncurkan sebuah produk SaaS suite dan berharap mendapat pendanaan dari VC. Dengan mempunyai rencana bagaimana menjalankan bisnis anda jika anda mendapat dana sebesar $5 juta, $1 juta atau tidak sama sekali dapat mencegah anda dari rencana keuangan yang tidak realistis yang dapat menghentikan pertumbuhan ide anda ke depannya.

4. Mengamankan resources yang dibutuhkan

Sekarang anda tahu apa yang anda perlukan untuk memulai ide anda, temukan cara bagaimana anda mendapatkannya!

Cara yang dapat dilakukan sebagian besar akan tergantung pada resource yang diperlukan. Contohnya:

  • Jika anda membutuhkan $10.000 di dana startup, anda harus melakukan pekerjaan extra, menarik uang dari tabungan, crowd-source pendanaan anda, cari utang untuk bisnis kecil, meminta invest dari orang tua, VC, atau angel investors.
  • Jika anda tahu bahwa anda memerlukan developer yang kompeten untuk melengkapi kekurangan skill technical anda, anda perlu menentukan apakah developer ini independent kontraktor, fulltime, partner (memberikan saham), dll. Buat gambaran pekerjaannya, iklankan posisi itu, interview kandidat dan pilih orang yang tepat untuk perusahaan anda.
  • Jika anda berencana untuk berinvest di pendapatan awal anda untuk mendorong pertumbuhan perusahaan, anda perlu membangun rencana yang berkelanjutan untuk membayar biaya-biaya (bisnis dan personal) . Sebelum anda harus membayar customer, tentukan kapan anda harus membayar gaji anda sendiri dan kapan gaji ini akan mengganti pendapatan anda saat ini.

Dari sana saya tahu bahwa setiap resources yang dibutuhkan dari setiap ide itu berbeda. Jika saya dapat memberikan satu saran yang pasti, itu adalah dengan melakukan bootstrap pada finansial/keuangan anda selama mungkin. Uang VC atau angel bisa menggoda, tetapi jika anda mengambilnya sebelum membuktikan ide anda, biasanya uang tersebut dapat menyebabkan gangguan dan masalah yang menghalangi anda nantinya. Ciptakan bisnis yang bekerja terlebih dahulu, lalu cari bantuan dana dari luar yang dapat membawa bisnis anda ke level selanjutnya.

Apakah semua rencana ini membosankan? Pastinya iya! Ketika anda bergairah dengan ide yang hebat, duduk dan berurusan dengan angka yang tidak ada habisnya mungkin adalah hal yang terakhir anda lakukan. Tapi percayalah.. Saya telah melihat cukup banyak kegagalan entrepreneur (dan kegagalan saya) untuk sadar bahwa jika anda merencanakan keuangan dengan lebih baik, maka tingkat kesempatan anda untuk melewati stage yang beresiko di awal pertumbuhan perusahaan akan semakin baik juga.

5. Membuat daftar kerjaan (to-do list)

 

Jika anda telah melalui empat langkah di atas dan anda masih berpikir bahwa ide bisnis anda layak untuk dikembangkan, sekarang waktunya untuk membuat daftar kerjaan yang akan menjadi peta menuju kesuksesan.

Saya selalu tahu bahwa cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan membayangkan produk yang sudah jadi, lalu membuat daftar kerjaan yang dimulai dari hasil akhir (working backwards). Bayangkan diri anda sekarang berada di saat-saat peluncuran produk anda, dan coba pikirkan dengan jelas apa yang akan anda lakukan secara cepat sebelum momen peluncuran ini terjadi. Pikirkan sedetail mungkin dengan langkah-langkah yang bisa anda lakukan dan buat catatan resources apa yang anda butuhkan untuk menyelesaikannya.

Sebagai contoh membuat daftar kerjaan seperti ini pada peluncuruan produk SaaS adalah sebagai berikut:

  • Meluncurkan produk ke semua customer
  • Final debugging
  • Menerapkan feedback dari test customer
  • Meluncurkan produk ke test customer
  • Mengembangkan system distribusi
  • Debugging awal
  • Coding awal
  • Wireframe SaaS front anda back ends
  • Persempit daftar fitur untuk segera meluncurkan produk
  • Ide awal

Jelas sekali, ini sangat simple – agar berfungsi sebagai peta yang sebenarnya, anda perlu memperluas setiap poin-poin di atas untuk memasukkan langkah-langkah yang berbeda dan resources yang dibutuhkan untuk penyelesaian. Simpan daftar kerjaan anda di sebuah program seperti BaseCamp atau Zoho Projects dan revisi secara berkala saat anda melewati setiap stage dalam menjalankan ide anda dan cari pekerjaan tambahan yang harus diselesaikan.

6. Tetapkan deadline pada daftar kerjaan anda

Satu hal terakhir yang harus dilakukan sebelum mulai bekerja adalah membuat deadline untuk setiap pencapaian yang anda buat di daftar kerjaan.

Tipikal dari ide yang hebat adalah ide ini cenderung tumbuh dalam ukuran dan ruang lingkup di saat anda melewati proses-proses ini. Mungkin anda memulai dengan produk SaaS yang menyediakan tiga fungsi utama – tapi bukankah hebat jika anda dapat menambahkan beberapa  hal lainnya? Jenis berpikir seperti ini dapat dengan mudah mengubah jangka waktu peluncuran produk anda, dari yang awalnya enam bulan proses pengembangan menjadi satu tahun atau lebih masa pengembangan.

Brainstorming seperti ini seharusnya menjadi bagian dari langkah 1-4 dalam proses ini. Setelah anda menentukan daftar kerjaan terakhir anda, tetapkan deadline dan berusahalah untuk tetap bersandar pada deadline tersebut. Ingat – anda dapat selalu kembali dan menambahkan banyak fitur lainnya di lain waktu. Tetapi jika anda tidak keras dengan diri anda untuk tetap bersandar pada deadline, anda mungkin tidak akan pernah melihat ide hebat anda berbuah.

Jika anda berhasil sejauh ini, selamat! Sekarang waktunya untuk memulai kerjaan di daftar kerjaan anda dan merealisasikan konsep dari ide anda menjadi bisnis yang dapat bekerja.  Tetapi jangan berpikir bahwa anda telah selesai dengan proses peluncuran. Ada langkah yang lebih penting lagi yang anda perlu perhatikan.

7. Perbaiki ide anda yang diperlukan setelah peluncuran produk

Sayangnya, ide hebat jarang ada yang langsung berhasil. Jika anda adalah satu dari jutaan orang yang berhasil menjadi billionaire dari ide anda . selamat. Tetapi jika anda seperti sebagian besar orang lainnya, ide anda yang tampaknya hebat ini mungkin membutuhkan beberapa iterasi atau pivot untuk menjadi sukses.

Mengakui ke diri anda bahwa ide anda tidak dapat bekerja adalah hal yang sulit, tetapi kunci untuk menjadi entrepreneur yang sukses adalah gagal secepat mungkin, ketika diperlukan. Itulah kenapa penting untuk memeriksa diri anda secara berkala apakah anda ada pada jalur yang benar atau tidak. Jika, kembali ke langkah nomor 4, anda mengatakan pada diri anda sendiri bahwa anda akan mengambil gaji dalam enam bulan, tetapi sampai bulan 12 anda belum mendapat sepeser pun, ini waktunya anda menyesuaikan penawaran produk anda atau matikan seluruhnya.

Tentu saja, ada perbedaan besar antara sebuah ide yang dapat dimodifikasi dan ide mana yang tidak. Menemukan dibagian mana ide anda tidak bekerja ini membutuhkan soul-searching dan data analysis yang mendalam. Fokus untuk mencari apakah ide anda dapat memberikan value ke user atau tidak, tetapi jangan terlalu optimis pada tujuan anda. Mematikan atau menutup bisnis mungkin adalah pilihan yang menyakitkan, tetapi jika anda belajar dan menerapkannya pada perusahaan anda selanjutnya, mungkin dapat meningkatkan tingkat sukses yang dapat anda raih.

Sumber: sujanpatel.com

8 Ide Facebook Contest Yang Anda Dapat Lakukan Pada Timeline Anda Hari Ini Juga

Editor’s note : Aaron Lee adalah social media manager di Binkd, platform promosi social media yang membantu bisnis membangun dan mengatur kontes dan promosi digital. Aaron juga founder dan writer di askaaronlee.com. Anda bisa memfollow Twitternya di AskAaronLee.

 

Pemilik halaman Facebook di Internet pasti bisa bersorak gembira !

Kenapa?

Karena Facebook sekarang memungkinkan Anda menjalankan kontes tanpa menggunakan aplikasi pihak ke-3 .

Dulunya kontes dijalankan melalui aplikasi 3rd party kontes – seperti Binkd, Tabsite, Shortstack, dll/

Tapi sekarang, dengan aturan baru, bisnis Anda dapat meluncurkan kontes Facebook dengan cepat & sederhana menggunakan posting news feed normal.

Itu berarti Anda dapat meminta fans untuk mengikuti kontes dengan :

  •     Me-like posting
  •     Meninggalkan komentar
  •     Memposting foto
  •     dan lain-lain

Karena Anda mungkin sudah tidak sabar untuk menjalankan kontes Anda sendiri, berikut adalah beberapa ide kontes sederhana yang bisa Anda lakukan :

1 . Like to Win

Jika bisnis Anda sedang menjalankan kontes Facebook untuk me-reward fans Anda,  ” Like to win ” adalah metode kontes yang paling mudah untuk para fans yang ingin berpartisipasi.

Fans hanya perlu me-like posting tertentu / halaman page Anda untuk mengikuti kontes & memiliki kesempatan untuk menang.

Karena sangat mudah, kontes seperti ini umumnya mendorong partisipan yang banyak.

Berikut adalah contoh dari ” Like to win ” kontes :

2 . Comment to Win

Ini juga merupakan kontes yang menarik. Anda dapat membuat ” Comment to Win ” untuk kontes sederhana.

Ada beberapa variasi di sini :

  • Fans hanya harus “meninggalkan komentar untuk menang “
  • Fans harus menjawab pertanyaan, seperti : ” Apa yang paling Anda sukai tentang produk kami ? tinggalkan komentar untuk memenangkan ____ gratis “

Berikut adalah contoh dari  “Comment to Win” kontes .

3. Like &  Comment to Win

Karena Anda memberikan hadiah gratis , mengapa tidak membuat yang terbaik dari itu ?

Untuk membuat page Anda terlihat lebih populer , Anda dapat membuat kontes ” Like &  Comment to Win”.

Pada dasarnya, fans bisa Like &  Comment  untuk menggandakan kesempatan mereka untuk menang .

4 . Caption Contest

Saya penggemar berat caption contest !

Karena Saya tidak kreatif, maka Saya suka melihat bagaimana orang lain yang kreatif menggunakan kreatifitas mereka untuk caption kontes. Kontes caption biasanya akan populer & cenderung fun serta mengeluarkan sisi kreatif para fans.

Anda dapat memilih pemenang sendiri, atau mungkin kontes dengan comment yang memiliki like terbanyak menang.

Berikut adalah contoh dari Contest Caption :

( Baca komentarnya )

 

5 . Kontes fill in the blank.

Kontes ini super sederhana ! Anda hanya menulis kalimat lengkap & meminta penggemar Anda untuk menyelesaikannya .

Anda juga dapat menggunakan foto untuk menarik perhatian & beri keterangan foto Anda dengan kalimat lengkap .

Jangan lupa untuk memilih tema yang sesuai dengan merek Anda !

Contoh :

 

6. Photo Contest

Lomba foto juga merupakan hal yang biasanya menjadi hit – dan sangat menyenangkan untuk diikuti.

Ada dua cara untuk mengatur kontes foto :

  1. Tanyakan fans Anda untuk mengirimkan foto kepada Anda secara langsung melalui pesan Facebook & Anda memilih pemenang berdasarkan tema Anda, atau
  2. Tanyakan fans untuk mengirim foto pada halaman Anda di wall. Untuk memilih pemenang Anda dapat  (a) Anda memilih pemenang atau ( b ) pemenang diambil dari foto dengan like terbanyak dari community.

Perhatikan pula bahwa kontes foto biasanya menghasilkan entri yang lebih sedikit – karena kontes ini tidak semudah kontes lainnya di atas.

Berikut ini adalah contoh dari lomba foto yang meminta para fans untuk mengirimkan foto :

Dan ini variasi lain dari lomba foto …

Ahli Media sosial  Ravi Shukle meminta penggemarnya untuk meng-upload foto dari qoute favorit mereka :

7 . Q & A Contest

Kontes lain yang bagus & mudah adalah Q & A contest / kontes tanya jawab.

Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara – misalnya, meminta fans menjawab pertanyaan sederhana & meminta mereka untuk menyampaikan jawaban yang tepat. Anda kemudian memilih pemenang atau pemenang dapat dipilih secara acak .

Cara lain adalah dengan mengajukan pertanyaan & memberikan fans beberapa pilihan (A, B, C , dll) .

Berikut ini contohnya :

( ada lebih dari 588 entri pada kontes ini … wow ! )

8. crowdsource Contest

Mungkin kontes feed news yang paling berguna & memuaskan adalah Kontes Crowdsourcing .

Ini adalah cara yang bagus untuk meminta fans untuk berpartisipasi dan memberikan beberapa ide-ide besar untuk membantu memecahkan suatu masalah.

Kontes ini meminta fans untuk berperan dalam membantu Anda membuat keputusan akhir.

Hal yang dapat dilakukan di kontes ini :

  • Pilih logo baru untuk bisnis Anda
  • Memutuskan nama baru untuk sebuah buku , menu , dll
  • Membantu memutuskan cover buku

Berikut ini adalah contoh bagaimana kontes crowdsourcing bisa dilakukan :

( Gary Vaynerchuk meminta para fans nya untuk membantu memutuskan judul buku barunya )

Jika dia mau, dia bisa dengan mudah membuat kontes ini dimana pemenang dapat memenangkan sebuah buku yang sudah ditandatangani .

Itulah 8 contoh kontes yang bisa Anda buat dengan mudah. Jika Anda memiliki ide yang lain, kira-kira apa ya?

Mengapa Pengusaha Sukses Rata-rata Punya IPK 2,7?

Editor’s Note : Tulisan ini dibuat oleh Arif Setiawan (Twitter : @arifsetiawanID), co-founder dari Workout.id salah satu co-working space di Jakarta. Baca Juga : Workout Co-Working Space, Tempat Kolaborasi Baru Menarik di Jakarta. Sebelum mendirikan Workout, ia bekerja di Mien R. Uno Foundation dan juga merupakan seorang pebisnis online.

 

Anda mahasiswa dengan IPK kecil ? semoga artikel ini bisa memberikan motivasi yang baik untuk Anda

Ada sebuah lelucon yang sering disampaikan saat seminar bisnis berkaitan dengan IPK (Indeks Prestasi Akademik). Bunyinya seperti ini :

Kalau mereka yang IPK 4, mereka akan jadi engineer-engineer di perusahaan besar,
mereka yang IPK-nya 3, mereka akan jadi general manager di perusahaan-perusahaan besar,
mereka yang IPK-nya diantara 2,5 sampai 3, mereka akan jadi direktur di perusahaan-perusahaan besar,
mereka yang IPK-nya diantara 2 sampai 2,5 mereka akan jadi pemilik-pemilik perusahaan besar tadi,
kalau yang di DO, mereka akan jadi Bill Gates.

Lelucon ini menjadi angin segar bagi para mahasiswa yang IPK-nya rendah dan juga menjadi pembenaran untuk tidak belajar lebih rajin. Bahkan tidak sedikit pula yang menjadikan lelucon ini alasan untuk men-DO-kan diri dari kampus. Thomas Stanley pengarang buku The Millionaire Mind, melakukan penelitian untuk mempelajari karakteristik orang-orang yang dimasa tuanya menjadi orang yang sangat makmur. Hasilnya adalah mereka yang mencapai kesuksesan financial adalah mereka yang secara rata-rata memiliki IPK 2,7. Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah mengapa tidak semua mahasiswa yang IPK-nya 4,0 menjadi kaya raya? Mungkin karena prestasi yang mereka capai terlalu mudah bagi mereka, sehingga mereka tidak pernah merasakan perlunya bekerja keras.

Banyak mahasiswa yang mendapatkan IPK 4,0 memang tidak perlu belajar terlalu keras untuk mendapatkan nilai A. Kadang mereka baru belajar semalam sebelum ujian pun masih bisa dapat nilai A. Karena kesuksesan yang mereka capai tersebut terlalu mudah, sehingga tanpa disadari muncul sifat meremehkan dan tidak mau kerja keras. Dalam Bahasa Sunda sering disebut mental “Kumaha Engke” yang artinya “Gimana nanti”. Mereka jadi tidak terbiasa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan benar.

Sedangkan bagi mereka yang IPK-nya biasa-biasa saja, terkadang sudah belajar dari jauh-jauh haripun masih juga hanya dapat B atau C. Tetapi hal ini tidak membuat mereka menyerah. Mereka tetap berusaha lebih keras lagi dan lebih keras lagi. Tanpa disadari mereka terbiasa untuk bekerja lebih keras dari orang lain. Jika kesuksesan itu sulit didapat, apakah anda akan begitu saja berhenti atau berusaha lebih keras lagi untuk mencapainya?

Mungkin juga sebuah kesuksesan yang mudah didapat itu adalah sebuah jebakan. Kita banyak melihat di atlit olahraga, musisi, penulis, dan juga artis yang memiliki talenta yang luar biasa di usia muda tidak menjadi para bintang di usia tua. Mereka tidak terbiasa melatih dirinya untuk disiplin menghadapi masa-masa sulit. Mereka tidak terbiasa untuk bekerja lebih keras dan melakukan persiapan lebih matang. Akhirnya mereka yang jenius ini dikalahkan oleh mereka yang rajin.

Untuk membuktikan teori diatas anda bisa baca banyak biografi mereka yang sukses seperti Michael Jordan, George Clooney, Steve Jobs, Elon Musk, Lionel Messi, Tony Fernandes. Mereka ini bukanlah orang-orang mencapai kesuksesannya dengan mudah. Mereka mencapainya dengan sangat sulit. Butuh kerja yang sangat keras untuk mencapai apa yang mereka capai.
The Gifted are beaten by The Hard Worker. Jadi walaupun anda punya IPK rendah, tapi apakah anda seorang hard worker? Apakah diri anda seorang pejuang?

Sumber :
– Buku Wisdom Meet Passion, karangan Jared Angaza
– Buku The Millionaire Mind, karangan Thomas J. Stanley

10 Kesalahan Dalam Kepemimpinan dan Manajemen

Sering kali dikatakan bahwa kegagalan adalah langkah awal dari kesuksesan, dan dengan gagal kita akan bisa belajar lebih banyak. Namun, akan jauh lebih baik jika kita tidak melakukan kesalahan dari awal.

Dalam artikel ini, kita akan melihat 10 kesalahan yang umum terjadi dalam kepemimpinan, dan manajemen, dan kita akan menggaris bawahi apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya. Jika dapat belajar dari artikel ini dibandingkan dari pengalaman, Anda akan terhindar dari banyak masalah dan tidak akan membuang-buang waktu.

1. Kurangnya feedback

Sarah adalah sales yang berbakat, tapi ia memiliki kebiasaan buruk menjawab telepon dengan cara yang tidak profesional. Boss nya memperhatikan hal ini, tapi ia tidak memberitahukian hal ini pada Sarah. Boss nya menunggu saat review untuk memberitahukan pada Sarah tentang kesalahannya dalam menjawab telepon. Sayangnya, selama menunggu review dari bossnya, Sarah telah melakukan banyak kesalahan dan menghilangkan kesempatan terhadap pelanggan yang berpotensi.

Berdasarkan survey 1.400 eksekutif  oleh The Ken Blanchard Companies, kegagalan untuk memberikan feedback dan saran adalah kesalahan umum yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Saat Anda tidak menyediakan masukan yang membantu untuk bawahan Anda, Anda telah menjauhkan mereka dari kesempatan untuk meningkatkan performa mereka.

Untuk menghindari kesalahan ini, belajarlah cara untuk memberikan masukan secara reguler kepada tim Anda.

2. Tidak menyediakan waktu untuk Tim Anda

Saat Anda menjadi seorang pemimpin atau manager, akan sangat mudah untuk tenggelam dalam kesibukan Anda sehingga Anda tidak memiliki waktu untuk tim Anda.

Ya, tentu saja Anda memiliki sebuah proyek yang harus anda sampaikan kepada mereka. Tapi akan sangat penting untuk tim Anda jika Anda bisa menyediakan waktu untuk mereka saat mereka membutuhkannya. Tim Anda tidak akan tahu apa yang harus mereka lakukan tanpa arahan dan suport dari Anda.

Hindarilah kesalahan ini dengan menyediakan satu waktu khusus dari seminggu waktu kerja yang Anda miliki untuk mereka, dan dengan mempelajari cara mendengarkan yang baik. Tingkatkanlah kecerdasan emosional Anda, sehingga Anda bisa lebih sadar akan kebutuhan tim Anda. Anda juga dapat menggunakan cara me-manage dengan berada di antara mereka. Hal ini akan sangat efektif untuk bisa terus berhubungan dengan tim Anda.

Saat Anda berada dalam suatu kepemimpinan, tim Anda harus selalu menjadi prioritas utama. Dalam hati mereka, itulah pemimpin yang mereka inginkan!

3. Bersikap terlalu Lepas Kendali

Salah satu dari tim Anda telah menyelesaikan proyek yang penting. Permasalahannya sekarang adalah ia salah mengartikan spesifikasi dari proyek yang ia kerjakan, dan Anda tidak berhubungan dengan dia saat ia mengerjakannya. Sekarang, ia telah menyelesaikan proyeknya dengan hasil yang salah, dan Anda harus menghadapi klien Anda yang marah akan hal ini.

Banyak pemimpin yang ingin menghindari Micro management. Tetapi, mereka justru melakukannya dengan cara yang terlalu esktrim, dan melepaskan seluruhnya kepada bawahan mereka. Hal ini tidak  baik, dan Anda seharusnya bisa menyeimbangkannya.

4. Bersikap terlalu ramah

Banyak dari kita yang ingin terlihat ramah dan bersahabat di dalam tim kita. Pada kenyataanya, orang-orang memang lebih bahagia bekerja dengan pemimpin yang bisa akrab dengan mereka. Namun, ada beberapa saat dimana Anda harus membuat keputusan yang sulit mengenai orang dalam tim Anda, dan beberapa orang akan mengambil keuntungan dengan kedekatan mereka bersama Anda.

Ini tidak berarti bahwa Anda tidak diijinkan untuk bersosialisasi dengan bawahan anda. Tapi, Anda harus dapat menyeimbangkan antara menjadi seorang teman dan menjadi seorang pemimpin.

Tentukanlah batasan yang jelas, sehingga tim Anda tidak akan mengambil keuntungan dari kedekatan mereka dengan Anda.

Mempelajari Konsep Lean Startup : Customer Development Script

Pertengahan tahun 2012, saya bertemu dengan 2 orang technical founder startup dari Indonesia yang mengatakan akan membangun startup ecommerce seperti ebay, dalam hati saya berpikir “apakah Indonesia butuh another Tokopedia, Rakuten, Bukalapak ?”

Kemudian ia menjelaskan diferensiasi produknya yang saya tidak ingat lagi tetapi rasanya tidak ada bedanya dengan yang lain.

Awal Mei 2013 saya dapat kabar bahwa mereka kesulitan mendapatkan user dan mereka juga mengatakan ternyata setelah buat produk, harus dipasarkan dll dan ternyata tidak semudah yang mereka kira dan .. konsepnya tidak masuk di market Indonesia.

Di dunia startup ada istilah “get out of the building” yang dipopulerkan Steve Blank. Apa maksudnya ? Seorang entrepreneur jangan membangun produk secara terisolasi dari marketnya. Cerita di atas bisa jadi kebalikan dari “get out of the building”.

Jika Anda entrepreneur kuliner kecil-kecilan, let say, jual jus di depan kampus, jika dalam 3 hari atau 1 minggu yang beli dari Anda sepi, Anda tentu akan langsung membuat perkiraan bahwa ada yang salah dengan jualan jus di depan kampus atau ada yang salah dengan jus Anda. Hanya butuh waktu 1 minggu.

Jika Anda adalah entrepreneur internet yang butuh beberapa bulan untuk membangun product, lebih buruk lagi jika Anda tidak tahu konsep MVP (Minimum Viable Product) dan Anda berusaha membuat product sesempurna mungkin sebelum dilempar ke market, maka Anda membutuhkan waktu 3-6 bulan sebelum dilempar ke market, lebih buruk lagi ada yang sampai 1 tahun.

Entrepreneur internet yang mengerjakan product yang sulit secara teknikal seperti social network, marketplace, dalam kasus yang buruk, memiliki masa “sibuk di dunianya sendiri” merasa produknya bisa memecahkan masalah – tanpa mengetesnya ke market – lebih lama dari entrepreneur small business yang jualan di depan kampus. Artinya ? risiko waktu dan uang yang terbuang lebih besar.

Postingan ini menjelaskan definisi konsep lean startup yang merupakan metode meminimalisasi risiko dalam membangun bisnis, terutama dengan cara mengandalkan iterasi (langkah pengulangan) dari product Anda ke market untuk mendapatkan feedback yang berkualitas secepat mungkin dan sesering mungkin dari market.

Posting lain tentang konsep lean startup bisa dibaca di : Pelajaran lean startup oleh Kark, Suitmedia, Adadiskon

Konsep Lean Startup : Click to enlarge

 

Apa itu lean startup ?

Prinsip utama dari lean startup adalah untuk mengurangi waste. Proses Lean Startup mengurangi waste dengan meningkatkan frekuensi kontak dengan customer, sehingga pengujian dapat dilakukan dan menghindari asumsi pasar yang tidak benar sedini mungkin.

Eric Ries telah membuat trademark untuk kata “Lean Startup”

The Lean Startup takes its name from the lean manufacturing revolution that Taiichi and Shigeo Shingo are credited with developing at Toyota. Lean thinking is radically altering the way supply chains and production systems are run. Among its tenets are drawing on the knowledge and creativity of individual workers, the shrinking of batch sizes, just-in-time production and inventory control, and an acceleration of cycle times. It taught the world the difference between value-creating activities and waste and showed how to build quality into products from the inside out. Lean Startup adapts these ideas to the context of entrepreneurship, proposing that entrepreneurs judge their progress differently from the way other kinds of ventures do. Lean Startup uses a different unit of progress, called validated learning. With scientific learning as our yardstick, we can discover and eliminate the sources of waste that are plaguing entrepreneurship.  “

Diambil dari buku : Eric Ries “The Lean Startup: How Today’s Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Businesses (p. 18)”.

Apa saja langkah-langkah basic dalam proses lean startup ?

Secara ringkas, berikut ini adalah langkah-langkah utama dari proses Lean Startup. Setiap langkah ini dirancang untuk dilakukan dengan cepat dalam upaya untuk keluar dari kantor dan belajar sebanyak mungkin di tengah-tengah market daripada menghabiskan waktu menulis rencana bisnis 40-halaman yang tidak berarti apa-apa pada akhirnya.

  • Customer Development
  • Minimum Viable Product
  • Invest in Learning, not Asset
  • Rapid Build->Measure->Learn Cycles

Apa itu Customer Development?

Steve Blank pertama kali memperkenalkan konsep Customer Development dalam buku, “The Four Steps to the Epiphany”. Buku ini menyatakan bahwa sebagian besar startup gagal karena mereka tidak mengembangkan pasar mereka, bukan karena mereka tidak mengembangkan produk mereka.

Customer Development adalah tentang mempertanyakan asumsi bisnis inti Anda. Customer Development adalah suatu kerangka kerja empat langkah untuk menemukan dan memvalidasi bahwa Anda telah mengidentifikasi pasar untuk produk Anda, membangun fitur produk yang tepat yang memecahkan kebutuhan pelanggan, menguji metode yang benar untuk memperoleh dan mengkonversi pelanggan, dan menggunakan sumber daya yang tepat untuk memperbesar skala bisnis.

Diambil dari buku Cooper, Brant, Vlaskovits, Patrick “The Entrepreneur’s Guide to Customer Development: A cheat sheet to The Four Steps to the Epiphany” (p. 17).

Kerangka kerja ini digunakan untuk membantu entrepreneur memvalidasi bahwa mereka harus memecahkan masalah  untuk segmen pelanggan sasaran mereka. Setelah masalah telah diidentifikasi, proses menciptakan backlog fitur sangat mudah, karena visi ke depan yang jelas.

Berikut ini adalah contoh fiksi Customer Development  skrip klien yang digunakan untuk mendokumentasikan startup mereka.

Contoh Script Customer Development 

Berikut ini empat langkah memetakan masalah, hipotesis untuk pemecahan masalah, dan bagaimana startup melakukan pengujian hipotesis. Sebagian besar tes dilakukan secara manual dengan sedikit atau bahkan tanpa teknologi.

  • Menggambarkan fenomena atau masalah yang startup yang dihadapi di pasar. Sebagai contoh, Sebuah klub sepakbola, misalnya Persija, berada di posisi bagus pada papan klasemen tetapi tidak banyak yang membeli tiket. Oleh karena itu, klub ini harus memiliki cara promosi baru untuk meningkatkan kehadiran.
  • Merumuskan hipotesis kausal (sebab-akibat) untuk menjelaskan pernyataan masalah. Harga tiket Pecrsija terlalu mahal atau pelanggan (penonton) tidak melihat value yang cukup untuk menghadiri permainan.
  • Jelaskan hipotesis untuk membantu memecahkan masalah dan memprediksi hasil implementasinya dengan pendekatan baru. Jika Persija mendorong kelompok-kelompok kecil orang untuk datang ke pertandingan bersama-sama dan menghargai kelompok kecil itu untuk datang dengan menawarkan real value bagi organizer kelompok, penjualan tiket akan meningkat sebesar 1% per game.
  • Mengukur kinerja yang diprediksikan berdasarkan pada pengujian eksperimental.  Pergi ke broker tiket dan minta mereka 20 tiket. Cari representatif dari perusahaan minuman, misalnya Heineken, minta 2 kotak bir sebagai barang promosi yang dibarter dengan promosi di Facebook dan Twitter, tawarkan minuman gratis di hari permainan jika pelanggan membeli tiket dan membawa 2 teman dengan mereka.

Berdasarkan hasil tes tersebut, startup kemudian dapat mengubah hipotesis dan mencoba lagi. Lewati proses ini berulang-ulang (iterative), pelan-pelan perusahaan baru Anda dapat mulai mendefinisikan apa fitur teknologi yang bisa dibangun untuk memecahkan masalah.

Perhatikan script di atas tidak memerlukan teknologi apapun yang akan dibangun. Startup dapat menggunakan alat yang ada (misalnya, Facebook / Twitter ) untuk menguji konsep dan mendapatkan feedback / validasi market segera.

Selain itu, sangat penting bagi startups untuk mendapatkan feedback dari market atau pelanggan nyata yang benar-benar akan membayar startup untuk memecahkan masalah mereka. Dalam contoh di atas, kita akan meminta startup untuk mengumpulkan hipotesis seperti dicontohkan di atas untuk mengetahui berapa banyak pelanggan yang menghargai layanan Anda. Hipotesis ini merupakan dasar dari model bisnis.

Customer Development bukanlah sebuah proses yang dilakukan hanya sekali,  tim startup harus terus-menerus terlibat dengan pelanggan selama masa hidup startup, karena mereka memperbaiki pemahaman mereka tentang pelanggan, masalah mereka, motivasi, anggaran, dll

Jack Ma Memberi Gambaran Seperti Apa Hidup Anda Seharusnya Antara Usia 20 Sampai 60 Tahun

Dalam acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi KBS Korea Selatan, Jack Ma bercerita kepada anak-anak muda Korea Selatan tentang bagaimana caranya bisa sukses dalam hidup, serta penyesalan-penyesalan yang ia hadapi. Menurutnya, ada garis waktu yang harus kita hadapi dalam kehidupan; dimulai dari kita menginjak usia 20, dan terus berjalan hingga berakhir di usia 60.

Ini yang ia katakan (full video: )

 

Sebelum Anda menginjak usia 20, jadilah murid yang baik.

….untuk mendapatkan pengalaman.

Sebelum Anda menginjak usia 30, ikutlah seseorang.

Masuklah ke sebuah perusahaan kecil. Umumnya, di perusahaan besar, bagus untuk Anda mempelajari proses; Anda adalah bagian dari mesin besar. Tapi, di perusahaan kecil, Anda dapat belajar tentang passion dan semangat, Anda belajar tentang mimpi. Anda akan mempelajari banyak hal dalam satu waktu. Jadi, sebelum usia 30, bukan perusahaan mana yang Anda tuju, tapi bos mana yang Anda ikuti. Bos yang baik mengajari Anda dengan cara yang berbeda.

Antara usia 30 sampai 40 tahun, Anda perlu benar-benar memikirkan apakah Anda ingin bekerja sendiri, jika Anda ingin sekali menjadi entrepreneur.

Antara usia 40 sampai 50 tahun, Anda harus melakukan semua hal yang benar-benar Anda kuasai.

Jangan pernah berpikir untuk memulai sesuatu yang baru, itu sudah sangat terlambat. Anda bisa saja sukses, tapi tingkat pengorbanannya terlalu tinggi. Jadi, antara usia 40 sampai 50 tahun, Anda harus fokus mengerjakan hal-hal yang memang Anda kuasai.

Tapi, antara usia 50 sampai 60 tahun, bekerjalah untuk anak muda.

Karena anak muda bekerja jauh lebih baik dari Anda. Jadi, andalkan mereka, berinvestasi-lah pada mereka, dan pastikan mereka memang bekerja dengan baik.

Ketika Anda sudah di atas usia 60 tahun, nikmati waktu Anda.

Berada di pantai, menikmati sinar matahari, sudah terlambat bagi Anda untuk berubah.

Ini saran saya untuk para anak muda: “Usia 25 tahun, buatlah kesalahan. Jangan khawatir! Anda jatuh, Anda bangkit, Anda jatuh lagi….nikmatilah! Anda baru 25 tahun, nikmati pertunjukannya!”

Penyesalan

“Banyak hal yang saya sesali. Saya menyesal bertemu dengan media. Saya menyesal berbicara di depan publik. Karena seharusnya saya bisa melindungi privasi saya. Saya menyesal bekerja begitu keras dan menghabiskan waktu yang sangat minim dengan keluarga saya.

Dan jika saya memiliki kesempatan hidup yang berbeda, saya tidak akan pernah melakukan ini semua. Istri saya berkata, “Kamu bukan milik saya, kamu milik Alibaba.”

Jack Ma

Tapi, hidup itu sangat singkat. Semua ini bicara tentang pengalaman. Orang memandang dari sisi yang berbeda. Beberapa orang berpikir Anda kaya, Anda sukses, tapi sebetulnya tidak! Beberapa orang mengira ia tidak memiliki uang, ia orang yang menyedihkan, tapi bisa saja tidak! Setiap orang memilih jalan hidupnya sendiri.

Saya menangis karena kami punya banyak masalah yang orang lain tidak pernah bayangkan. Saya mendirikan perusahaan, saya mempekerjakan 4.000 orang-orang muda, dan menjalankan perusahaan untuk lebih dari 500 juta orang. Dengan 500 juta orang, jika 1% di antaranya adalah orang jahat, maka artinya Anda bekerja dengan 5 juta orang jahat. Jadi, itu sangat memusingkan.

Tapi, saat ini sudah terlambat untuk menyesal, lupakan tentang penyesalan! Pikirkan, “Saya punya 10-20 tahun lagi”, nikmati pertunjukannya, nikmatilah perjalanannya.”

 

Sumber : Vulcanpost

Bagaimana Strategi Marketing Ekspor Terbaik Melalui Internet ? Wawancara dengan Winsen Eksportir Batu Alam Ke 40 Negara

Winsen Setiawan adalah founder Jualbatualam.com yang mengekspor batu alam ke 40 negara di dunia, termasuk mengekspor untuk Burj Khalifa Dubai, bangunan tertinggi di dunia. Saya bertemu Winsen beberapa kali di event Nasional Bootcamp, tempat di mana saya sering terkejut karena banyak entrepreneur online senior yang sudah memiliki real result tetapi terus semangat belajar untuk meng-update ilmunya.

 

Tolong ceritakan awal mula bisnis Anda hingga sekarang ?

Saya memulai bisnis sejak 2004, tetapi secara akte saya memulai bisnis tahun 2006. Yang saya lakukan adalah ekspor granit, marmer, andesit, batu-batu alam yang dipotong untuk ubin atau dinding. Awalnya dulu saya kerja dengan orang Australia, tetapi bisnisnya kolaps dan dia memberikan customernya ke saya. Jaman dulu saya belum mengerti SEO, masih manual. Cara yang saya lakukan masih browsing-browsing di Alibaba dan situs trading batu alam lainnya dan mem-follow up manual email yang ada.

Waktu itu modal saya hanya 100rb, bukan untuk buat website tetapi untuk beli email berbayar (indo.net.id) agar dipercaya, karena jika memakai email biasa seperti yahoo tidak akan dipercaya. Waktu itu masih mengerjakan di kos-kosan dan warnet. Umur saya 25 tahun waktu itu. Omzet yang didapat waktu itu belum terlalu banyak hanya sekitar 3 bulan 1 kontainer dan 1 tahun 6 kontainer.

Bisnis saya mulai berkembang di tahun 2007, waktu itu saya mendaftar kursus internet marketing pengajarnya Tonton Taufik, anak NBC juga, di situ belajar tentang keyword research.  Tahun pertama omzet yang didapat sekitar $40.000, omzet ini pun baru didapat tahun 2006, sejak 2004 bisnis saya belum menghasilkan sama sekali.

Profit yang saya dapat sekitar 10 juta untuk 1 kontainer.

Tahun 2007 setelah ikut kursus internet marketing, omzet saya mulai naik, dari tahun 2006 hanya 3 negara, tahun  2007 mulai masuk ke 10 negara. Puncaknya tahun 2010 setelah ikut NBC, 1 bulan bisa mendapat order 30 kontainer. Efek dari optimasi web cukup tinggi, dibantu juga karena saat itu lagi ada project.  Sekarang bisnis saya sudah masuk ke 40 negara dibantu oleh 7 karyawan sekarang.

Bagaimana cara menaikkan omzet hingga seperti sekarang ?

Website itu penting dan sering-seringlah visit dan browsing-browsing ke portal trading seperti Alibaba dan menjadi member, dari dulu awalnya menjadi member gratis, lama-lama beli premium membership.

Faktor yang membuat bisnis saya berkembang adalah returning customer yang besar mencapai 80%. Customer yang lama dikumpulkan pelan-pelan jadi banyak. Return customer kebanyakan customer corporate, sedangkan yang individu kebanyakan tidak return.

Persaingan yang ada sebenarnya waktu itu tidak sedikit, saya coba bertanya kepada mereka, kenapa mereka return kepada saya. ternyata kuncinya adalah : fast response dan response real time. Yang penting selalu membalas email dari customer dengan cepat dan profesional. Walaupun saya belum memiliki solusi pada saat itu, tetap saya usahakan untuk membalas dan menjanjikan jawaban esok hari “besok ya saya balas”. Di kantor saya selalu tekankan pada karyawan saya bahwa email di atas 12 jam itu basi dan tidak akan menghasilkan apapun. Jadi selalu balas email sebelum 12 jam.

Kemudian hal yang membuat sukses lainnya adalah disiplin finansial, selalu pisahkan uang Anda dengan uang perusahaan. Banyak orang jatuh di sini, walaupun mereka memiliki servis yang bagus. Walaupun saya di sini sebagai owner, saya orangnya profesional, tidak pernah menggunakan uang perusahaan. Saya orangnya tidak boros sehingga saya hanya hidup dari bonus-bonus saja.

Foto waktu pertama ekspor

 

Bagaimana tips dan tricknya di Alibaba supaya dapat sales ?

Yang pertama adalah membeli Gold Membership sekitar $3000/ tahun. Jika kita membeli Gold Membership di Alibaba kita akan dapat keyword research di Alibaba, seperti keyword research di Google, kita bisa mainkan kata kunci di title produk dan deskripsi produk

Dengan membeli membership, produk saya juga selalu muncul di bagian paling atas search result, kita juga diminta rekening koran, surat-surat perusahaan, jadi customer lebih percaya, lebih trust, karena kita mendapatkan logo trust Gold Supplier.

Saya pernah hampir bangkrut waktu itu, ditipu sekitar 200 juta lebih oleh customer yang tidak membayar. Waktu itu yang menyelamatkan saya adalah backup dana dan integritas saya. Saya tidak pernah membohongi customer jadi saya bisa dipercaya. Ini sebenernya tips dalam berdagang yaitu selalu utamakan kejujuran.

Bagaimana dengan lokal ?

Website saya jualbatualam.com. Sekarang saya main lokal dan membuka web lokal. Saya mendapat proyek tidak lama setelah itu dari World Trade Center di Sudirman Jakarta. Untuk batu alam yang diluar sudah sampai Lego Land di Malaysia, Sentosa Island di Singapore, proyek dari Burj Khalifa Dubai (gedung tertinggi di dunia) dan anamandara resort di Vietnam dan banyak lainnya.

Di tahun 2012 saya sudah merambah menjadi aplikator dan tidak hanya mengekspor barang mentah keluar negeri, tetapi juga memasangkan dan membuatkan design. Sekarang lagi mendapatkan project di Brunei. Di kantor saya sudah punya roadmap bahwa perusahaan saya sampai 20 tahun ke depan akan menjadi seperti apa.

Ada hal lainnya yang mau disampaikan ?

Alibaba dan customer sangat suka dengan details. Jika Anda ingin menjual barang di sana haruslah detail, seperti gambar, fungsinya, tebalnya, hasil lab testnya seperti apa, warnanya, kekuatan tekanan, cara pemasangannya dan dan banyak lainnya.

Sebenarnya Alibaba hanya memunculkan info, customer yang membuka. Apabila semakin sedikit informasi yang kita tampilkan di dalamnya, customer tidak akan memfollow up kita.

Di Alibaba kalau kita beli Gold membership, kita dapat webinar gratis untuk para Gold supplier, di hari-hari tertentu semua anggota gold supplier sedunia dikumpulkan secara online supaya naik di search result caranya bagaimana, menu-menu baru di Alibaba seperti apa, penjelasan fitur dan tips baru.

 

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

 

Alibaba untuk saya efektif sekali, dalam sehari saya bisa mendapat email 2-3 kali. Ini lebih penting dari SEO. Alibaba lebih powerful dibanding traffik dari search engine, marketplace untuk ekspor menurut saya Alibaba.com.

Rekan seperti Pak Frans (peraih 2x penghargaan eksportir dari presiden) memang masuk ke banyak marketplace selain Alibaba, tetapi “tim Jepara” seperti Pipin Girsang, Robert Darwin, Ponco Suhirno semuanya Alibaba Gold Supplier. Sangat powerful.

Karena mindset di dunia perdagangan ekspor, orang yang mau membeli tidak akan ke Google karena hasil yang ditampilkan Google akan bias. Mereka lebih senang ke portal seperti Alibaba dan mencari di sana. Persentasi penjualan saya 90% dari Alibaba sementara dari website hanya sekitar 10%.

 

Untuk sarana promosi lain, mungkin iklan ?

Akhir-akhir ini saya membuat website yang lebih niche, misalnya produk saya yang paling terkenal saya tembak kata kuncinya, saya buatkan website.

Kedua, pakai adwords. Adwords menggunakan kata kunci targeted, kalau mentarget Brazil, keywordnya menggunakan bahasa Portugis.

1 kata kunci untuk 1 negara bahkan hanya untuk 1 kota.

Cara ini sangat tertarget karena saya selalu spesifik. Banyak email masuk dari sana dan 99% tertarget karena yang ingin dibeli adalah barang yang saya iklankan.

Suatu barang, kita harus kenal nama dagangnya (nama populernya) di sana. Untuk mengetahuinya kita harus cek ada tidak importir pioneernya di sana ? Kalau kita tidak tahu nama dagang yang sudah dikenal oleh masyarakat di sana (mis.Brazil) kita akan struggle sendiri.

Kalau kita melakukan hal seperti ini (menggunakan nama yang sudah populer di target pasar) bisnis kita bisa lebih cepat jalan ketimbang pakai nama sendiri yang effortnya jauh lebih besar untuk brand building.

Ini menurut saya masuk ke ranah business skill, seperti “me-mata-matai pasar”, pioneer market di sana pakai nama apa ya ? hal ini sering kali tidak ada di Google, tetapi kita harus tanya-tanya di market sebenarnya, termasuk tanya ke supplier dan customer.

Salah satu situasi yang saya lihat dari para eksportir di Indonesia, hampir 80% dihandle oleh broker dari Malaysia dan Singapura. Hanya sedikit yang bisa direct karena kemampuan bahasa, teknikal skill dokumen ekspor, faktor tidak bankable, tidak punya badan hukum

Sebagai entrepreneur kita harus selalu belajar, kadang orang merasa puas sudah bisa ekspor, tetapi mereka tidak belajar mengelola bisnis secara profesional, tetapi mengelolanya seperti toko kecil. Akhirnya mereka beli mercy tetapi bisnisnya begitu-begitu saja, seharusnya belajar mengubahnya lebih profesional, karyawan di training, manajemennya diatur, upgrade skill keuangan kita, upgrade skill hukum, karena bisnis selalu berkembang.